Para Investor Semakin Melirik Bitcoin Di Tengah Pandemi Covid-19

Beli Bitcoin

Kelahiran dari mata uang virtual yang saat ini disebut dengan nama bitcoin adalah bagian dari pembuktian akan semakin majunya kegiatan perekonomian di zaman modern. Kegiatan jual dan beli bitcoin ini pun semakin digemari oleh sebagian besar orang karena melihat betapa besarnya keuntungan yang bisa didapat dengan melakukan perdagangan bitcoin. Namun, dibalik keuntungan besar yang dihasilkan dari perdagangan bitcoin tersebut, aktivitas ini juga menimbulkan risiko yang tidak kecil. 

Seiring berjalannya waktu, pengguna uang virtual atau bitcoin ini akan terus mengalami penambahan. Dengan semakin banyaknya pengguna bitcoin, maka kewaspadaan juga harus selalu diterapkan untuk bisa mencegah para penggunanya dari berbagai risiko seperti kerugian. Tentu saja hal tersebut sangat tidak baik bagi para penggunanya. Oleh karena itu, sebelum semakin banyak pengguna dari bitcoin yang mengalami risiko-risiko tidak mengenakkan dari transaksinya, perlu sekali untuk mengetahui sejak awal sebelum turut bergabung mengenai risiko dari kegiatan tersebut jika tidak berhati-hati.

Investor Semakin Melirik Bitcoin Di Tengah Pandemi Covid-19

Gerakan dari bitcoin yang selalu mengalami naik turun bukan lah menjadi hal yang asing. Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Misalkan saja seperti perlambatan ekonomi global, konflik geopolitik, dan untuk kondisi saat ini adalah virus Covid-19 yang juga turut mempengaruhi akan kondisi dari bitcoin tersebut. Bahkan jual dan beli bitcoin di tengah Covid-19 pun masih tetap berjalan.

Di dalam melihat prospek dari bitcoin ke depannya, sepertinya investor semakin melirik akan bitcoin ini. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, di mana perekonomian semakin terasa mengalami keterpurukan, namun berbeda dengan bitcoin. Bahkan dengan adanya pandemi Covid-19, hal ini justru bisa mendongkrak harga bitcoin yang semakin mengalami kenaikan. Di mana diketahui bahwa pada awal tahun, harga bitcoin telah mencapai US$7.179,96. Dan dalam waktu satu setengah bulan, dengan cepatnya harga bitcoin telah mencapai harga US 10.221,47 atau mengalami kenaikan sebesar 42,36%. Bahkan harga yang telah dicapai tersebut adalah yang paling tinggi sejak dari bulan September 2019.

Hal ini juga dipengaruhi dengan adanya kesadaran investor akan penggunaan bitcoin, yang mana hal tersebut telah memberikan dampak yang positif pada pergerakan bitcoin. Oleh karena itu, investor-investor besar pun sudah mulai untuk mengalokasikan dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan yang salah satunya adalah kepada bitcoin.

Apalagi di tengah hadirnya pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, hal ini turut memberikan kekhawatiran yang besar dalam sektor perekonomian, yang salah satunya pada investor yang khawatir akan kondisi pasar saham. Dan untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, maka para investor pun mencari instrumen investasi lainnya yang lebih aman di dalam situasi ini. 

Dan bitcoin adalah salah satunya yang dipilih sebagai alternatif untuk para investor di dalam mengatasi akan permasalahan tersebut. Di mana dengan menggunakan bitcoin, hal tersebut tidak akan memiliki pengaruh dari adanya kesulitan ekonomi, adanya inflasi, dan sebagainya. Dengan demikian, dengan adanya kondisi tersebut akan mampu untuk membuat permintaan atau demand dari bitcoin semakin mengalami peningkatan. Sedangkan di sisi lain, pasokan atau supply masih dalam kondisi yang terbatas. 

Keterbatasan dari pasokan atau supply tersebut dipengaruhi oleh adanya periode pra-halving. Sehingga diberlakukan adanya pembatasan pada penambang atau yang disebut dengan miners untuk bisa melakukan validasi pada bitcoin. Sehingga, adanya penggabungan antara pandemi Covid-19 dan pra-halving ini bisa mempengaruhi akan kenaikan dari bitcoin.

Jadi, di tengah pandemi Covid-19 ini menjadi hal yang wajar jika kegiatan jual dan beli bitcoin masih lancar dilakukan berikut dengan para investor yang semakin melirik bitcoin yang tidak terpengaruh dan terus mengalami kenaikan.

Mudah Dan Aman Membeli Bitcoin Dengan Menggunakan Coinbase

nilai Bitcoin

Mata uang baru yang berupa uang elektronik saat ini semakin populer, mengingat era digital yang semakin terasa pesat akan perkembangan teknologinya. Beli bitcoin pun saat ini tengah digemari oleh beberapa orang sebagai mata uang baru. Dan bitcoin itu sendiri secara umum digunakan untuk melakukan transaksi melalui internet dan di dalam proses transaksinya tanpa menggunakan adanya perantara atau tidak menggunakan jasa bank. Sehingga, hal ini tentunya merupakan bentuk transaksi yang berbeda dari biasanya dan telah menjadi transaksi yang menarik di era modern ini.

Memperjualbelikan Bitcoin

Semakin hari semakin banyak yang mengenai akan bitcoin ini. Dan salah satu aktivitas menarik dengan menggunakan bitcoin adalah dengan memperjualbelikan yang tidak lain tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan sudah banyak orang yang melakukan kegiatan tersebut dan terbukti telah mampu untuk mencapai keuntungan yang besar. Di mana hal tersebut dipengaruhi karena harga bitcoin yang bisa mencapai besaran ratusan juta rupiah. Sehingga, dengan nilai yang sebesar itu, tentunya akan sangat menggiurkan untuk mencoba menggunakan bitcoin tersebut.

Hal yang membedakan bitcoin dengan uang yang biasanya Anda gunakan adalah tempat penyimpanannya. Di mana ketika Anda menggunakan uang yang secara umum, maka Anda menyimpannya di bank agar aman. Namun, untuk bitcoin ini penyimpanannya dilakukan di komputer pribadi dengan format file wallet. Atau bisa juga disimpan di dalam wallet yang telah disediakan oleh pihak ketiga. Bahkan, di dalam kepemilikannya, hal tersebut tidak membutuhkan adanya identitas, karena bisa menggunakan tanpa nama atau yang disebut dengan anonim.

Bagaimana Membeli Bitcoin?

Melakukan perdagangan bitcoin bukan lah hal yang sederhana. Di mana dalam menjalankan perdagangan bitcoin, ini memiliki risiko yang tinggi. Dan perlu diketahui bahwa harga dari bitcoin ini terbilang fluktuatif atau mengalami naik-turun. Harga dari bitcoin bisa mengalami perubahan yang signifikan dari waktu ke waktunya. Oleh karena itu, penting sekali sebelum melakukan jual maupun beli bitcoin haruslah dipertimbangkan dengan baik dan matang. 

Bagi Anda yang baru pertama kali terjun langsung di dalam perdagangan bitcoin, tentu kegiatan ini akan menjadi sangat membingungkan. Cara membeli bitcoin sendiri memiliki berbagai cara dan Anda bisa memilihnya sesuai dengan keinginan Anda. Salah satu cara tersebut adalah dengan menggunakan Coinbase. Coinbase sendiri adalah pertukaran dengan broker bitcoin. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan membuka akun dan memberikan keputusan mengenai berapa banyak bitcoin yang ingin Anda beli. Agar bisa membayar bitcoin yang Anda beli, Anda akan membutuhkan beberapa mata uang flat.

Di mana mata uang flat merupakan mata uang hukum yang ada di suatu negara. Di dalam pembayarannya, Anda akan membayar sekitar 1,49% dari jumlah yang Anda beli. Hal ini adalah sebagai biaya ketika Anda melakukan pembelian bitcoin tersebut dengan menggunakan Coinbase. Anda akan melakukan pembayaran, ketika Anda sudah melakukan penyetoran berupa mata uang fiat yang telah disebutkan sebelumnya ke akun Coinbase Anda sebelum Anda melakukan beli bitcoin. 

Hal yang menarik dari cara membeli bitcoin melalui Coinbase ini adalah Anda tidak akan dikenakan biaya pada setoran mata uang fiat yang Anda lakukan pentransferan melalui bank. Dan jika Anda melakukan pembelian bitcoin dengan menggunakan kartu kredit maupun debit, maka Coinbase akan memberikan tagihan kepada Anda sebesar 3,99% dari jumlah bitcoin yang Anda beli.

Di dalam melakukan beli bitcoin, tentunya Anda harus memilih yang bisa menjamin akan keamanannya dan juga kemudahan ketika melakukan transaksi pembelian tersebut. Dan Coinbase ini menjadi salah satu cara untuk membeli bitcoin yang banyak diminati dan dipilih. 

Key On-Chain Metric Menunjukkan Kekuatan Bitcoin Bull Rally

beli Bitcoin

Bitcoin belakangan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang banyak diminati oleh orang-orang  banyak orang yang sudah mendapatkan banyak keuntungan dari bitcoin ini. Akan tetapi pada saat ini para investor bitcoin sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja pada dua bulan terakhir ini. Terlepas dari hampir 100% pemulihan dari kerugian sebesar $3,700 pada 12 Maret lalu. Namun cryptocurrency nya tetap 30% dibawah cryptocurrency tertinggi pada tahun 2020 yaitu  sekitar $10,500. Untungnya saja, banyak data-data yang menunjukkan bahwa bitcoin bull run akan segera mengalami peningkatan. Oleh karena itu, jika kalian ingin beli bitcoin, saat ini merupakan saat-saat terbaik untuk melakukannya. 

Bitcoin Bull Ray sedang Mendidih 

Crypto analis pada Brave New Coin menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif mingguan pada jaringan bitcoin, akhir-akhir ini telah menembus pencapaian tertinggi setara dengan 9 bulan, hal ini melebihi jumlah-jumlah pencapain sebelumnya pada akhir 2019 sampai dengan awal tahun 2020 pada bear market. Hal ini merupakan sesuatu yang penting karena pada peningkatan yang sebelumnya pada kunci metric ini bertepatan dengan awal dari bull run, dengan metric yang bergantung pada pencapain tertinggi pada awal 2017, dan kemudian meledak jauh lebih tinggi pada awal tahun 2019. Hal ini terjadi tidak lama setelah Glasnot, yang mana merupakan sebuah analitik blockchain, yang melakukan observasi pada tanggal 15 April. Dan pada saat itu terjadi peningkatan jumlah pengguna harian yang baru pada jaringan bitcoin. 

Pada hari ke tujuh, metric ini bergerak secara rata-rata, mengkalkulasikan pengguna baru yang masuk pada jaringan Bitcoin network. Jumlah tersebut meningkat dari 6,000 pada pertengahan Maret dan kemudian mencapai 17.000 pengguna baru-baru ini. Peningkatan tersebut hampir mencapai 200% hanya dalam beberapa minggu ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada semakin banyak orang yang beli bitcoin. 

Uang Juga Sedang Mengalir Pada Ruang Crypto 

Kekuatan Bitcoin tidak hanya didukung oleh peningkatan jumlah pengguna, namun juga didukung oleh peningkatan pada jumlah diruang crypto. Dilihat dari laporan sebelumnya, yang dilaporkan oleh Bitcoinist yang merupakan data dari  situs crypto analytic tracker skew.com, menunjukkan bahwa jumlah dollar yang didapatkan akhir-akhir ini melebihi 7 miliar, atau sekitar 3,4% dari keseluruhan crypto market kapital per CoinMarketCap. Hal ini didapat setelah serangkaian $120 juta lembar, hal ini paling terakhir terjadi pada tanggal 18 April dan sehari sebelumnya. Hal ini seharusnya mendukung peningkatan harga bitcoin karena masih terdapat korelasi antara dollar Amerika per kapita dan dengan segala trend dari crypto market, sebagaimana yang telah diamati oleh aset digital manajer, Charles Edward. 

Sebelumnya, pada saat bitcoin mengalami penurunan sebesar 50% pada bulan November tahun 2018 lalu, Bitcoin mengalami penurunan yang signifikan dari $6,000 menjadi $3,150, tidak hanya itu USDT pun juga mengalami penurunan sampai jutaan dollar. Selain itu, pada 2019 sebagian besar dari crypto rally adalah hasil cetak dari puluhan juta USTD. 

Dengan demikian sapat diaimpulkan bahwa hingga saat ini masih memingkinkan terjadinya peningkatan bitcoin yang kemudian akan menjadikan bitcoin menjadi stabil. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ryan Selkis yang merupakan CEO dari Mesari khususnya pada bagian crypto data dan market analysis. Dengan melihat fakta-fakta diatas apakah anda tertarik untuk beli bitcoin sebagai investasi bisnis anda? Meskipun terkadang mengalami penurunan, namun bitcoin juga lebih sering mengalami peningkatan. 

Permintaan Bitcoin Melihat Crypto ATM Berkembang Sebesar 70%

Sekarang ini Crypto ATM mengalami perkembangan yang pesat di seluruh dunia sejalan dengan tingginya permintaan Bitcoin yang sedang menuju ke arah utara. Banyak kota besar yang melaporkan bahwa setidaknya ada satu post yang menangani bertumbuhnya ketertarikan tidak hanya pada bitcoin namun juga pada altcoins. Nah, karena permintaan bitcoin sedang mengalami peningkatan, apakah kalian tertarik untuk beli bitcoin? Karena dilihat dari peningkatan, saat ini lah saat yang tepat untuk membeli dan melakukan investasi dengan bitcoin. 

Ditambah lagi sekarang serapan cryptocurrency juga sedang mengalami kenaikan dan kenaikan tersebut didukung oleh kenaikan penggunaan kartu ATM sehingga membuat pembelian dan pembayaran aset digital menjadi lebih mudah. Data-data yang terbaru menunjukkan bahwa pada satu tahun terakhir telah terlihat peningkatan penggunaan ATM di seluruh dunia telah bertambah sebanyak 70%. 

Kemudahan Bitcoin dan Crypto ATM 

Sekarang ini jumlah pengguna crypto ATM ada lebih dari 7,600. Akan tetapi penyebarannya telah ditentukan oleh permintaan pelanggan. Dengan menggunakan mesin penembus dapat memudahkan bitcoin dan beberapa model crypto yang telah terpilih untuk bisa memperjualbelikan aset lebih mudah tanpa harus bergantung pada pihak ketiga. 

Permintaan bitcoin di Afrika juga sedang mengalami kenaikan. Bahkan di Nigeria telah terlihat pemasangan ATM pertama mereka, dan sebentar lagi akan dipasang lebih lebih dari 30 post. Dengan demikian menjadikan Nigeria menjadi salah satu negara pelopor di benua Afrika sebagai negara yang memiliki crypto ATM paling banyak. Hal ini tentu saja menurut pernyataan dari tim yang melatarbelakangi projek ini, yaitu tim Blockstale BTM. Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian semakin yakin untuk beli bitcoin? 

Crypto ATM Dengan Konsentrasi Tinggi 

Jumlah ATM bitcoin lumayan lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dimana konsentrasi nya sangat tinggi. Amerika Serikat memiliki lebih dari 5,000 mesin yang mana pada masa lalu telah mengalami peningkatan transaksi dikarenakan adanya tingginya permintaan dan juga tingginya pertambahan adopsi. 

Digital Mint yang merupakan wakil pemilik dari Marc Green mengatakan bahwa terlepas dari adanya Covid 19 lockdown, perusahaan mereka masih merekam banyak pengguna baru di atas para pengguna lama. Pada sisi positif nya Liberty X telah memasang lebih dari 1000 mesin. Pemasangan mesin ini sendiri terjadi pada dua bulan terakhir ini. 

Tidak hanya itu saja CEO dari LibertyX yang bernama Chris Yim mengatakan bahwa mereka telah mengalami pertumbuhan dari nol sampai mencapai beberapa ratus pemasangan mesin ATM. Lebih hebatnya lagi pemasangan ini hanya dilakukan dalam satu bulan dan diperkirakan masih akan terjadi penambahan pemasangan mesin ATM. Pertumbuhan ini tidak terganggu dengan adanya pandemic Covid 19. Yim kemudian menjelaskan bahwa 15 April merupakan hari terbaik transaksi menggunakan ATM setelah adanya pembayaran check pendorong. 

Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa ketertarikan pada bitcoin masih sangatlah tinggi dan terus meningkat. Hal ini juga telah didukung dengan pencarian bitcoin pada mesin pencari Google. Sekarang ini orang-orang juga telah lebih memahami tentang bitcoin daripada beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, jika kalian ingin melakukan investasi dengan menggunakan bitcoin, saat ini mungkin salah satu saat yang tepat bagi kalian untuk beli bitcoin. Bagaimana tidak, meskipun dengan adanya pandemic Covid 19 ketertarikan terhadap bitcoin terus saja meningkat. Bahkan untuk angka crypto ATM bitcoin mengalami peningkatan hingga 70%. Jika kalian tertarik maka segeralah melakukan pembelian bitcoin dan nikmati keuntungannya. 

Beli Lebih Banyak Bitcoin (BTC) Sebelum Anda Dipaksa Menebus Fed. Oleh Penulis Buku “Father Rich, Father Poor”

beli Bitcoin

Robert Kiyosaki yang merupakan penulis sebuah buku yang berjudul “Father Rich, Father Poor” yang sangat laris di pasaran ini kembali di dunia media sosial twitter dan mulai berbicara mengenai berbagai hal tentang jual beli Bitcoin yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat kepada para warga net yang mengikutinya di laman twitternya.

Robert Kiyosaki mengatakan kepada para pengikutnya dalam konteks mengenai langkah-langkah QE yang dilanjutkan oleh Fed Reserve pada beberapa hari lalu. Robert mengingatkan bahwa Kongres AS pada beberapa minggu lalu menyarankan untuk memberikan suatu akses Ded sekitar $ 425 miliar sehingga bisa memperluas dukungan darurat untuk bisnis yang gagal atau pada di suatu daerah yang mengalami kesulitan.

Penulis buku Father Rich, Father Poor” ini mengatakan jika orang seharusnya bisa membeli Bitcoin dan juga beberapa aset yang berharga lainnya. Hal tersebut tentu saja diungkapkan karena ada alasannya, dan alasan tersebut adalah :

Beli Lebih Banyak Bitcoin, Emas, dan Perak

Robert Kiyosaki yang merupakan penulis buku tentang keuangan dan investasi sekaligus menjadi salah satu investor yang terkenal ini telah menghasilkan banyak sekali uang setelah krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2008. 

Robert Kiyosaki kini mulai berbicara dalam bidang Bitcoin, Ia menjadi salah satu pendukung Bitcoin. Namun, berbeda dengan bull BTC yang lain, ia tidak membuat emas, perak dan aset lain berlawanan dengan Bitcoin. Ia tetap menganggap semuanya sama-sama penting.

Pada tweet yang di-posting tersebut, Ia mengingatkan kepada masyarakat tentang saran baru yang diungkapkan oleh senator AS dari republik untuk menciptakan $ 425 miliar untuk pendanaan yang akan digunakan oleh Fed untuk mengurus sistem pencetakan uang yang dibuatnya secara darurat.

Untuk pertanyaan “Apakah Fed Bangkrut” disebut oleh Robert sebagai pertanyaan yang sangat retoris. Investor terkenal yang satu ini mengingatkan bahwa Fed sudah mencetak uang tunai ekstra sejak tahun 2008. 

Dia bingung dan khawatir setelah Bank Sentral Amerika Serikat mencetak banyak sekali uang bahkan sampai berton-ton untuk menyelamatkan korporasi besar dan juga UKM, maka seseorang harus menyelamatkan Fed itu sendiri. Dia takut apabila akhirnya harus masyarakat biasa.

Masyarakat Bisa Kehilangan Kepercayaan Pada Fed dan Dolar Amerika

Pada tweet yang sebelumnya, Robert Kiyosaki mengatakan bahwa Fed hampir tidak bisa bangkrut karena sangat kuat. Namun, dia juga menambahkan bahwa hal tersebut masih bisa menghilangkan kepercayaan penduduk. Pada kasus tersebut, Robert percaya jika IMF akan turun tangan untuk mendukung mata uang Dolar Amerika tersebut. 

Selain itu, Robert juga menekankan bahwa sikap skeptis tentang sistem mata uang dolar Amerika atau fiat moneter internasional secara keseluruhan.  Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membacanya di laman twitter Robert sendiri dan mulai menganalisisnya. Anda bisa mengunjungi laman twitternya dengan username @theRealKiyosaki yang telah memiliki tanda biru atau telah terverifikasi, selebihnya hanya akun plagiat.

Anda bisa menyimpulkan sendiri bagaimana perekonomian di dunia saat ini dengan disertai berbagai masalah seperti adanya pandemi virus corona yang sangat membantu. Anda bisa mengenal lebih jauh bagaimana investasi bisa berjalan tegak pada saat krisis keuangan yang merupakan dampak dari berbagai permasalahan di dunia ini.

Sampai di sini saja informasi ini bisa disampaikan semoga semua yang telah dituliskan pada artikel ini bisa berguna bagi setiap orang yang membacanya, termasuk Anda. 

Data Membuat Orang Amerika Membeli Uang Kripto dengan Pengecekan Stimulus

beli Bitcoin

Beberapa waktu yang lalu, CEO pertukaran crypto dari Amerika Serikat, Coinbase yaitu Brian Armstrong mengunggah suatu grafik yang menggambarkan situasi dari dampak pandemi Corona yang dikaitkan dengan pembelian cryptocurrency yang banyak dilakukan oleh warga Amerika Serikat. Grafik tersebut diunggah pada laman twitter milik CEO Coinbase tersebut.

Tweet yang menggaet berbagai macam komentar dari warga net tersebut diunggah pada tanggal 24 April yang mana grafik tersebut menggambarkan atau menunjukkan bahwa persentase suatu simpanan dan juga pembelian untuk saat ini bernilai hingga $ 1.200 setiap harinya, nilai yang tepat dari suatu pengecekan stimulus yang baru-baru ini meningkat tajam bahkan hingga 4 kali lipat.

Walaupun pada posting-an tersebut tidak menjelaskan secara rinci mengenai grafik tersebut, akan tetapi posisi Brian Armstrong di Coinbase tersebut mengisyaratkan bahwa ini merupakan asal dari suatu data pertukaran berasal. Pada saat pertemuan pers, Brian Armstrong pun juga tidak menjelaskannya lebih lanjut padahal telah diminta oleh Cointelegraph untuk menjelaskan informasi lebih lanjut.

Bantuan Keuangan untuk Penurunan Kualitas Ekonomi saat Dilanda Era Pandemi Saat ini

Pada saat para penduduk mulai menerima cek stimulus terjadi peningkatan jumlah sebesar $1.200 deposito pada pembelian yang tepat. Hal ini membuat stimulus mungkin akan menjadi suatu sumber dana yang mungkin digunakan.

Pengecekan Stimulus yang satu ini juga dimaksudkan untuk membantu para masyarakat di Amerika Sehat agar meringankan suatu keadaan ekonomi yang sedang sangat buruk. Banyak sekali masyarakat Amerika Serikat yang harus menerima PHK dari tempat kerja, pengurangan gaji sampai yang pendapatannya semakin menurun sehingga mereka hanya bisa hidup dengan uang seadanya saja. Pendapatan yang lebih rendah ini sangat signifikan saat terjadi pandemi.

Banyak sekali perusahaan dan juga tempat-tempat umum yang menutup perusahaan mereka karena berupaya untuk melindungi dari serangan virus corona dan juga sebagai langkah dalam memutus mata rantai virus corona itu sendiri. Dengan penutupan ini maka pemilik perusahaan harus bertahan dengan pendapatan yang sangat berkurang bahkan sampai memutus kontrak kerja dengan karyawan dan karyawan pun juga akan kehilangan mata pencahariannya.

Seperti yang telah dilakukan di Washington City yang mana telah dilaporkan orang yang memiliki penghasilan rendah melaporkan pengembalian pajak dan memiliki hak untuk menerima paket tersebut.  Selain itu, para orang tua juga kan mendapatkan bantuan sekitar $500 per orangnya.

Dan sebelumnya, permintaan pengecekan terhadap stimulus sangat besar sehingga beberapa bank mengalami kerusakan atau kegagalan dalam servernya dan tidak bisa berfungsi sesuai dengan aslinya, Bahkan warga Amerika yang memiliki akses pada bantuan tersebut mencapai 780 juta jiwa sehingga wajar jika server mengalami penurunan fungsi pada akses bantuan.

CEO Inter Lapse dan pendiri virtual coin curve, Waye Chen akhir-akhir ini baru mengatakan pada Cointelegraph bahwa saat ini paket stimulus bisa meningkatkan jual beli Bitcoin. Selain itu, pada sektor penambangan Bitcoin menjadi suatu bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan di sekitar Asia yang lebih luas dan lebih besar.

Namun, karena adanya pandemi virus corona kali ini membuat berbagai hal menjadi tidak stabil dan juga membuat peristiwa ini membuat seluruh perusahaan di dunia melakukan suatu diversifikasi bisnis yang telah mereka bangun sebelumnya. Dan saat ini penularan virus corona juga masih berjalan sehingga berbagai kebijakan sosial distacing maupun physical distancing mungkin akan lebih lama.

Investor Institusi Demam Mendapatkan Halving Bitcoin

beli bitcoin

Mei merupakan salah satu bulan yang memiliki momen yang sangat tepat untuk Halving Bitcoin (BTC). Halving Bitcoin dijadwalkan terjadi pada pertengahan bulan Mei. Halving Bitcoin merupakan salah satu peristiwa yang terjadi setiap 4 tahun terakhir dalam transaksi jual beli Bitcoin yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat.

Peristiwa yang satu ini sangat ditunggu-tunggu oleh para investor Bitcoin  karena sangat menguntungkan. Bisa jadi mereka yang telah memiliki Bitcoin dalam jumlah yang banyak bisa dijual kembali dengan harga selangit sehingga akan banyak bermunculan orang kaya dengan cara instan. Atau juga bisa membelinya dan menunggu harganya meningkat pelan-pelan dan bisa dijual di waktu mendatang dengan bayaran harga yang semakin meningkat tajam.

Apa itu Halving Bitcoin ?

Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda harus mengetahui apa itu Halving Bitcoin. Seperti yang telah dijelaskan diatas Halving Bitcoin merupakan salah satu peristiwa yang terjadi setiap 4 tahun. Pada peristiwa ini Bitcoin akan dikurangi setengah atau 50% kepada para miner. Sehingga harga Bitcoin menjadi naik dan terus naik walaupun pada era jatuhnya kondisi ekonomi dunia seperti ini.

Harga Bitcoin akan berangsur-angsur naik sebab  jumlah Bitcoin akan turun sedangkan kebutuhan Bitcoin ini semakin banyak. Jadi apabila jumlah pasokan Bitcoin menurun serta permintaannya masih sama seperti kondisi normal maka harga Bitcoin akan semakin mahal dan memiliki nilai yang tinggi.

Sedangkan jika jumlah Bitcoin dikurangi seperti saat ini dan permintaan dari investor institusi milenium, atau bomer meningkat maka harga Bitcoin pun juga kan mengalami kenaikan harga secara signifikan.

Untuk peristiwa halving Bitcoin itu sendiri baru terjadi 2 kali sebelum bulan Mei 2020 kali ini. Yang pertama adalah saat tanggal 28 November 2012 yang mana terjadi Halving bitcoin sehingga harganya menjadi meningkat dari $ 11 menjadi 5 1000 setahun kemudian. Selanjutnya pada Juli 2026 yang mana harga Bitcoin dari $ 700 menjadi sekitar $20.000 pada tahun 2017

Hedge Fund Memiliki Kinerja yang Terbaik

Salah satu investor institusi yang memutuskan untuk memperdagangkan mata uang utama cryptocurrency adalah Hedge Fund mega Medallion of Renaissance Technologies. Renaissance ini berbasis di New York dengan memiliki dana lindung nilai utama yang memiliki 475 miliar dolar dalam aset yang mereka kelola.

Hedge Fund memilih CME untuk memperdagangkan BTC secara tunai dan digambarkan menjadi suatu aset baru yang spekulatif dalam pengarsipan SEC. Renaissance mengatakan banyak sekali risiko mengenai Bitcoin ini mulai dari sejarah yang terbatas sampai pengawasan dan belum lagi banyaknya penipuan yang terjadi.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niatnya, Medallion berada di posisi yang mampu mengambil resiko tersebut . Medallion menawarkan pengembalian tahunan bahkan hampir 40% sejak diluncurkan. Hedge Fund dipimpin oleh pedagang yang canggih, jadi selain memiliki biaya tinggi namun juga memiliki strategi investasi yang baik.

Mengapa Saat ini Harus Bitcoin ?

Bitcoin saat ini sudah mengalami Halving Bitcoin yang secara sejarah merupakan suatu perkembangan dari bullish pasar. Dan taruhan yang biasa terjadi mungkin bisa saja tidak akan aktif lagi sebab saat ini masih terdapat pandemi Covid-19 yang terjadi.

Bitcoin memiliki daya pikat tersendiri saat Federal Reserve dan bank sentral lainnya berada di tengah pelonggaran kuantitatif yang mana mereka akan membeli suatu aset untuk menjaga keuangan bertahan.

CEO Bianco Research Mengatakan Mata Uang Cadangan Selanjutnya adalah Mata Uang Kripto

beli Bitcoin

Persebaran Virus Corona yang sangat cepat menyebar membuat berbagai keperluan Ekonomi menjadi terhambat. Apalagi setelah WHO menyatakan bahwa terjadinya penularan Virus Corona yang sangat cepat dan menimbulkan banyak korban ini menjadi bencana internasional. Hampir semua negara saat ini menutup akses bagi masyarakat yang ingin  ke dalam maupun keluar agar tidak terjadi peningkatan pasien yang tinggi.

 Hal ini sangat mempengaruhi nasib ekonomi dunia sebab akses dari maupun ke luar negeri tertutup dan pendapatan menurun. Apalagi saat ini Amerika yang menjadi negara dengan mata uang resminya juga menjadi negara dengan pasien Covid-19 yang besar. Oleh karena itu nilai dolar pun juga ikut merosot dan perekonomian dunia otomatis ikut turun.

Dari berbagai masalah perekonomian tersebut membuat banyak orang terutama para ahli di bidang keuangan ikut berbicara mengenai pengganti Dolar Amerika sebagai mata uang fiat yang menjadi cadangan. Salah satunya adalah CEO Bianco Research yang mengatakan bahwa mungkin saja uang cadangan ini akan beralih menjadi mata uang kripto.

Mata uang kripto sendiri merupakan jenis mata uang digital seperti Bitcoin, mengingat saat ini telah banyak orang yang memilih melakukan jual beli Bitcoin serta semakin majunya teknologi dunia, maka mungkin saja Bitcoin menjadi salah satu mata uang cadangan yang akan digunakan di masa depan dan menjadi mata uang yang resmi untuk seluruh pembayaran di dunia.

Mata Uang Dolar Amerika Masih Menjadi Mata Uang Cadangan yang Resmi

Saat ini, mata uang cadangan yang masih digunakan adalah mata uang dolar Amerika. Dolar Amerika masih menjadi suatu alat pembayaran di seluruh dunia yang sah secara hukum sehingga banyak orang yang saat ini masih melarikan diri untuk mendapatkan dolar Amerika sebagai investasi kekayaan.

Saat ini semua hal khususnya dalam perdagangan internasional dolar Amerika menjadi satu-satunya mata uang yang paling laku dan paling banyak digunakan. Misalnya saja Anda merupakan orang China maka untuk menjual produk bisnis Anda ke orang Brasil maka menggunakan mata uang dolar. Karena alat pembayaran ini memang resmi digunakan di seluruh negara di dunia.

Mencari Jenis Mata Uang Cadangan untuk Alternatif

Beberapa waktu belakangan ini apalagi dengan melemahnya sistem perekonomian dunia membuat para ahli di bidang keuangan mencari mata uang yang memiliki potensi untuk bisa menggantikan mata uang dolar Amerika yang saat ini menjadi mata uang cadangan yang resmi.

Namun, pencarian pada mata uang fiat sangat sulit ditemukan, hal ini karena dolar Amerika masih memiliki kekuatan yang lebih dari mata uang fiat yang lainnya. Saat ini, mata uang yang berpotensi menggantikan Dolar Amerika adalah uang digital seperti kripto seperti contohnya adalah Bitcoin yang kini sedang booming di pasaran.

Hal ini juga didukung oleh masyarakat yang mulai putus asa mencari mata uang fiat lagi sebagai mata uang cadangan bahkan selama 10 tahun terakhir ini. aset kripto menjadi salah satu mata uang yang memiliki potensi sebagai mata uang cadangan berikutnya.

Dunia Sepertinya Belum Mengetahui Apa Aset yang Dimilikinya

Dunia masih belum mengetahui aset terbesarnya di bidang mata uang cadangan ini. Aset Kripto yang mungkin banyak yang belum mengetahuinya bisa berpotensi besar sebagai alat pertukaran dan juga sebagai alat penyimpanan nilai. Bianco juga mengatakan aset tersebut akan berada di luar pemerintah.

Bitcoin Diprediksi Senilai 1 Juta USD Pada Tahun 2025

beli Bitcoin

Raoul Pal dari Global Macro Investor atau GMI berpendapat bahwa saat ini dunia telah mengalami peristiwa ekonomi yang terbesar, khususnya sejak 150 tahun terakhir. Hal ini diyakini oleh CEO GMI Raoul Pal yang menuliskan bahwa aset digital seperti Bitcoin akan menjadi aset yang bernilai 10 Triliun USD dalam beberapa tahun ke depan. Beli Bitcoin akan menguntungkan. Saat ini Bitcoin masih berada pada nilai 200 miliar USD. Namun hal tersebut bukan lah sesuatu yang sifatnya pasti, mengingat pasar dunia terus mengalami gejolak. Khususnya saat ini Corona Virus telah meluluhlantakkan berbagai lini ekonomi. Hal ini jelas memberikan rasa panik dan takut bagi masyarakat. Baby Boomer merupakan generasi yang paling  panik akan hal tersebut, sehingga tindakan yang mereka lakukan bisa mengakibatkan hal menjadi lebih buruk.

Ekonomi Dunia Menuju Bencana

Serangan Corona virus memberikan bencana besar bagi roda perekonomian. Dengan situasi tersebut, maka otomatis masyarakat yang mengalami kepanikan akan mencari rasa aman untuk menyelamatkan dirinya. Raoul Pal berpendapat bahwa beberapa tahun ke depan akan terjadi tiga fase yang dialami oleh masyarakat, yakni kepanikan, harapan, dan juga kebangkrutan. Akibat Corona Virus dunia saat ini sedang berada pada fase panik tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang menjual barang mereka untuk bisa tetap bertahan hidup. Setelah melewati fase panik tersebut, maka akan muncul harapan, yang tidak akan bertahan lama. Setelah mengalami fase harapan tersebut, maka masyarakat akan mengalami fase terakhir yakni kebangkrutan. Raoul Pal memprediksi fase ini akan menjadi fase yang brutal dan akan mengubah segalanya. 

Hasil Statistik Ekonomi yang Sedang Terjatuh

Raoul Pal memperlihatkan grafik dan statistik ekonomi yang terus mengalami penurunan dengan sangat besar. Temuan dari Purchasing Managers Index (PMI) menunjukkan bahwa China sebagai salah satu penguasa ekonomi sedang terjun bebas. Penjualan ritel, produksi industri, dan investasi aset tetap terus menurun. Hal ini diperparah juga oleh kepercayaan konsumen yang semakin berkurang. Bukan hanya di China, hal tersebut terjadi di setiap negara. Sebut saja negara yang kuat secara ekonomi seperti Amerika, Australia, Jepang, dan negara Eropa lainnya semua mengalami hal yang sama. Hal ini ditambah pula dengan prediksi bahwa data pengangguran bisa mencapai titik paling buruk sepanjang sejarah. 

Bitcoin Menjadi Opsi Untuk Masa Depan

Penelitian yang dilakukan oleh Raoul Pal bukan hanya terhadap dampak buruknya saja. Masih ada secercah harapan yang bisa memperbaiki hal tersebut, Bitcoin merupakan salah satu harapan. Penelitian Raoul Pal menunjukkan bahwa emas masih memiliki kinerja yang baik. Raoul Pal mencatat bahwa emas sanggup menembus 1800 USD per onsnya. Hal ini dianggap akan menjadi pemicu awal. Ia juga berharap agar emas bisa naik tiga hingga 5 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Berbicara tentang Bitcoin Raoul Pal memberikan pandangan yang sangat optimis. Ia memandang bahwa Bitcoin berbeda dengan yang lainnya. Saat ini Bitcoin memang masih berada di kelas aset yang bernilai 200 miliar USD, namun beberapa tahun kedepan Raoul Pal optimis Bitcoin akan beranjak ke kelas aset yang bernilai 15 triliun USD.  Jika emas naik 5 kali lipat, maka nilainya akan menjadi aset 60 USD. Berkaca dari hal tersebut Raoul Pal beranggapan bukan tidak mungkin Bitcoin akan menjadi aset yang bernilai 10 triliun USD. Raoul Pal mengatakan bahwa Bitcoin merupakan mata uang yang sistem nilainya terpercaya, terverifikasi, aman, dan akuntansi yang tidak pernah bisa dibuat diluar algoritma kriptografi, sehingga hal ini merupakan sistem pertukaran masa depan yang sangat menjanjikan. 

Saran dari Bitcoin On-Chain Data Untuk Penambang Bitcoin

Beli bitcoin

Saat Corona Virus menyerang, beberapa lini ekonomi terpukul dengan kuat. Hal ini memberikan imbas juga terhadap mata uang virtual dan cryptocurrency. Bitcoin sebagai salah satu mata uang Crypto terbesar, menjadi perhatian banyak orang. Saat pemerintah AS mulai menyarankan agar melakukan pemulihan Ekonomi, Bitcoin menjadi salah satu aset yang dipandang sangat menguntungkan. Hal ini terbukti dengan kenaikan Bitcoin yang mencapai 23% , yakni mencapai angka 9.400 USD. Hal ini membuat Bitcoin dipandang sebagai salah satu investasi yang sangat menjanjikan.

Setiap empat tahun sekali, hasil penambangan dari Bitcoin akan dipotong setengahnya. Sejak tanggal 11 mei lalu, jumlah yang berhasil ditambang dari Bitcoin menjadi 6,25 BTC, bukan lagi 12,5 BTC. Sebelumnya hasil penambangan dari Bitcoin masih mencapai 12,5 BTC, dan nilai penambangan ini akan dipotong setengahnya setiap 4 tahun sekali. Pada 11 mei 2020, hasil tambang dari Bitcoin menjadi 6, 25 BTC. Pada 11 Mei 2024 nanti, hasil penambangan Bitcoin akan menjadi 3,12 BTC. Hal ini terjadi karena kebijakan sistem yang dirancang untuk Bitcoin sendiri. Hal ini dipandang sebagai tindakan yang positif karena akan meningkatkan nilai dari Bitcoin tersebut. Pengurangan hasil penambangan ini merupakan yang ketiga kalinya, sejak Bitcoin diciptakan. Pengurangan tersebut masih memberikan beberapa pandangan yang berbeda dari para ahli.  Beberapa menganggap bahwa pengurangan hasil tambang Bitcoin akan meningkatkan harga Bitcoin untuk jangka waktu yang panjang.

Pentingnya Observasi Untuk Penambangan Bitcoin

Memang tidak ada salahnya berspekulasi bahwa pengurangan hasil penambangan dari Bitcoin tersebut akan meningkatkan harga dari BTC, namun tetap saja observasi yang mendalam perlu dilakukan. Spekulasi tersebut memang akan menjadi pendorong kenaikan harga dari Bitcoin tersebut karena penawaran selalu beriringan dengan permintaan. Jika semua orang beranggapan bahwa pengurangan hasil penambangan tersebut akan meningkatkan harga dari Bitcoin, maka akan semakin banyak orang yang ingin beli Bitcoin. Hal ini jelas akan meningkatkan harga dari Bitcoin tersebut. 

Penambangan pada Bitcoin memang masih memegang peran penting, karena mereka lah yang menjadi pemasok tunggal BTC di pasar. Namun keuntungan yang akan didapatkan oleh penambang sifatnya tidak pasti, karena penambang Bitcoin masih harus membayar biaya listrik dan juga hosting mereka untuk Bitcoin tersebut. Jika harga Bitcoin terlalu rendah tentu saja biaya untuk menambang tidak bisa ditutupi. Hal ini bisa mengakibatkan beberapa penambang menjadi bangkrut. Walaupun demikian tetap saja penambang merupakan pelaku tunggal yang akan menciptakan nilai jual yang konsisten untuk koin yang baru mereka tambang.

Sejarah Menunjukkan Bahwa Pengurangan Hasil Tambang Meningkatkan Harga Bitcoin

Jika berkaca terhadap hasil – hasil sebelumnya, setelah pengurangan dilakukan terhadap hasil tambang dari Bitcoin maka harga dari Bitcoin tersebut juga melonjak. Hal ini menjadi sebuah harapan untuk para penambang dan juga para investor lainnya. Sayangnya tidak ada yang dapat memastikan bahwa sejarah akan terulang kembali. Hal yang sangat penting untuk diingat adalah pasar Cryptocurrency telah mengalami banyak perubahan sejak tahun 2016, di mana pengurangan hasil tambang dari Bitcoin terjadi untuk yang kedua kalinya. Perubahan ini membuka banyak kemungkinan. Seperti yang kita lihat saat ini bahwa Corona Virus memaksa pasar untuk berubah, tak ada yang dapat memastikan apa yang akan terjadi. Walaupun demikian setiap perubahan pasti memberikan sebuah jalan keluar. Bitcoin saat ini tetap mampu menjadi aset yang paling menguntungkan.