Tesla Menginspirasi Demam Investasi Bitcoin dan Emas

Bitcoin dan emas merupakan dua jenis investasi yang menggiurkan saat ini. Nilai investasi kedua benda tersebut semakin naik seiring ikut andilnya Tesla dalam investasi ini. Pihak Tesla memborong bitcoin dan juga emas sekaligus untuk nilai investasi jangka panjangnya sehingga membuat investasi ini menjadi lebih populer dan happening saat ini.

Nilai Yang Semakin Naik

Industri kripto merupakan investasi terbaik saat ini dengan pergerakan nilai terbaru. Tetapi, bitcoin jauh lebih menguasai pasar saat ini. Bisa dibilang sangat dominan di pasaran. Pergerakan mata uang ternyata sudah membawa banyak orang berada ke titik ini yaitu melakukan barter barang, emas, ataupun yang lainnya.

Semenjak kemunculannya yang pertama kali 12 tahun yang lalu, kepercayaan orang terhadap investasi kripto terutama bitcoin ini semakin menguat dan meningkat. Bitcoin dipercaya sebagai mata uang yang menyimpan nilai alternatif yang semakin tumbuh setiap waktunya.

Ketika semakin banyak orang melihat nilai aset dari bitcoin ini, maka nilai penjualan juga semakin meningkat. Terlebih lagi nilai aset likuid yang menyerupai uang fiat. Uang ini mengalami penurunan signifikan sehingga membuat bitcoin menjadi alternatif tepat untuk mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi dan berbisnis. Kepercayaan pada bitcoin semakin tumbuh kuat dan mampu mencapai level tertinggi penjualan sepanjang sejarah kali ini.

Harga penjualan bitcoin sepanjang masa tersebut begitu luar biasa dengan dominasi berita yang menyatakan bahwa Tesla juga mengadopsi mata uang ini sebagai salah satu aset jangka panjang. Ini menjadi pilihan dan strategi bisnis Tesla untuk masa depan. Tentu saja, kenaikannya menjadi signifikan yaitu $47.726 di waktu peluncurannya.

Perusahaan besar seperti Tesla cenderung memilih untuk berinvestasi di bitcoin dengan menganggarkan uang sebesar US $1.5 milliar untuk bitcoin dalam proses produksi fasilitas terbaru. Pembelian bitcoin oleh Tesla ini sebenarnya hanya suatu rangkaian landmark yang menunjukkan bahwa tren kepercayaan bitcoin sedang dibangun secara masif. Ketika semakin banyak orang dan pihak mengakui bitcoin dan emas ini, maka ini akan menjadi nilai alternatif transaksi yang menjanjikan di masa depan.

Alternatif dalam Berinvestasi

Beberapa pihak memilih berinvestasi yang menjanjikan. Dengan adanya bitcoin sebagai alternatif investasi mata uang tradisional, membuat penjualannya meningkat pesat. Uang kertas dan tradisional saat ini cenderung lebih rentan terhadap devaluasi dan inflasi. Tentu saja ini tak aman untuk investasi jangka panjang.

Bitcoin memberikan solusi alternatif bagi mereka yang ingin melakukan investasi aman di industri kripto terlebih ingin melampaui uang fiat. Bitcoin tak hanya investasi biasa. Tetapi, mata uang ini bisa kembali ke individu dengan bagus yaitu mampu mengontrol keperluan dalam bertransaksi setiap hari.

Tesla Semakin Mempopulerkan Bitcoin dan Emas di Masa Depan

Amat penting sekali untuk bisa menghentikan dan juga menyeimbangkan antara suatu perbedaan penjualan bitcoin dan emas di masa depan. Sepertinya tak semua perusahaan besar mau untuk menginvestasikan uangnya untuk kedua alternatif investasi tersebut. Bisa dibilang Tesla adalah salah satu perusahaan yang berani mengambil risiko untuk berinvestasi di bitcoin.

Investor di Tesla mulai mengambil bagian di posisi penjualan bitcoin untuk memperoleh keuntungan signifikan. Cara ini membuat bitcoin terdorong ke posisi penjualan yang lebih tinggi sehingga lebih bernilai. Keyakinan pihak Tesla terhadap bitcoin benar-benar nyata dan berdampak signifikan terhadap nilai dari mata uang virtual ini. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh investor untuk bermain dalam investasi alternatif ini.

Bitcoin Mencapai Titik Tertinggi Sepanjang Sejarah

Bitcoin adalah salah satu mata uang virtual yang sangat populer. Mata uang ini ternyata mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah penjualan bitcoin. Hal ini diprediksi akan terus meningkat setiap harinya untuk masa depan. Pastinya akan ada banyak orang yang tertarik untuk bermain dan berinvestasi di bisnis bitcoin ini.

Mencapai Level Penutupan Tertinggi

Di bulan ini antara tanggal 1-8 Februari, mata uang bitcoin menunjukkan peningkatan yang impresif dan signifikan. Penutupan mingguan impresif tercatat di minggu tersebut yaitu mencapai $38.795. Ini merupakan penutupan bitcoin tertinggi sepanjang sejarah yang pernah dicetak oleh Bitcoin ini. Tak hanya di tanggal itu saja, mata uang ini terlihat perkasa dan kuat dalam penutupan mingguannya.

Bitcoin memperlihatkan tren signifikan terkait kenaikan penjualan mata uangnya di minggu selanjutnya. Penutupan ini membuat nilai jual mata uang ini menjadi naik secara signifikan. Beberapa indikator teknis menganalisis dan mendukung bahwa pergerakan bitcoin cenderung naik ke atas walaupun ada kemungkinan turun. Tetapi, secara keseluruhan mata uang ini akan tetap naik beberapa minggu ke depan.

Di tanggal 9 Februari, mata uang bitcoin ini sudah mencapai harga penjualan tertinggi sepanjang sejarah dengan mencatatkan penjualan di angka $47.910. Tentu saja ini mendorong penjualan semakin tinggi dan signifikan. MACD ternyata sudah melewati batas atas garis O. Sementara itu RSI sudah melewati batas di atas 70.

Ini merupakan prestasi baik yang dicatatkan oleh bitcoin. Bisa dikatakan, mata uang ini mencapai area resistance tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya mencapai $41.300. Karena bitcoin ini sudah mencapai harga tertinggi, maka tak ada resistensi yang bergejolak terkait pencapaian ini.

Resistensi Tinggi Sepanjang Waktu

Bila melihat grafik mingguan dari bitcoin ini, maka akan terlihat bahwa bitcoin ini diperjual belikan dengan sangat mulus dan dekat dengan area resistensi untuk jangka panjang. Bahkan penjualan tertinggi sudah tercatat dengan baik. Bahkan dari indikator teknikal bitcoin belum terlihat adanya kelemahan terkait nilai penjualan bitcoin ini.

Semua indikator menyatakan bahwa semua aspek meningkat walaupun terlihat overbought. Bahkan jika melihat pergerakan grafik jangka pendek juga cenderung naik dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Bitcoin mampu membalik area resistance di angka $37.000 dan menjadikannya sebagai support sebelum terlihat memulai pergerakan signifikan saat ini. Sementara itu, bitcoin mengikuti tren naik di jangka pendek dan diharapkan terus bergerak menunjukkan tren positif kenaikan setiap waktu. Walaupun BTC sudah tren naik dan overbought, indikatornya terlihat masih bullish sehingga pergerakan nilai dari bitcoin akan tergerak lebih tinggi lagi di masa depan.

Kesimpulan Pergerakan Bitcoin

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bitcoin suda mencapai penjualan di harga tertinggi sepanjang waktu. Hal ini diperkirakan akan semakin meningkat di waktu dekat ini. Bitcoin ini hanya memiliki jarak beberapa ribu dolar saja dari level tertinggi sepanjang masa yaitu $ 20.000 atau 280 juta rupiah. Tetapi, beberapa pemain di industri kripto ini melihat pergerakan harga di dalam dollar. Bitcoin sudah mencapai harga tertinggi sepanjang masa dibandingkan beberapa waktu silam. Ada tujuh negara yang mencetakkan sejarah tersebut dibandingkan dengan mata uang asli dari negera tersebut.

Aset perintis bitcoin ini juga mampu menembus level harga tertinggi dibandingkan beberapa waktu silam. Venezuela terkenal sebagai tuan rumah yang baik untuk bitcoin dengan inflasi secara masif yang melanda negara tersebut. Penguatan harga ini diprediksi akan semakin meningkat untuk ke depannya sehingga kripto akan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Sempat Diremehkan, Prediksi Bitcoin dari PlanB Menjadi Kenyataan

Studi terhadap mata uang Bitcoin tak dipungkiri membuat publik semakin tertarik dengan cryptocurrency tersebut. Orang-orang yang sudah lama mempelajari Bitcoin pun kerap mengikuti perkembangan dari sumber-sumber terpercaya, salah satunya PlanB.

PlanB, investor legal kenamaan asal Belanda, pada 2019 silam merilis paper bertajuk Modeling Bitcoin Value with Scarcity. Tulisannya tersebut jelas membuat banyak orang penasaran, terutama saat dia memprediksi nilai pasaran Bitcoin akan mencapai angka USD1 triliun dan menjadikannya sebagai mata uang kripto pertama yang mencetak rekor tersebut.

PlanB dan model Stock to Flow

Dalam sebuah tinjauan ulang, PlanB mengatakan beberapa logam mulia seperti emas telah memainkan peran penting moneter berkat harganya yang mahal dengan pasokan terbatas. Dia pun mengaplikasikan argumen serupa terhadap mata uang Bitcoin. Mata uang kripto ini diperkirakan akan semakin bernilai seiring dengan menurunnya suplai hingga separuh dalam empat tahun oleh algoritma yang diprogram ulang hingga 21 juta unit.

Faktor tersebut yang lantas mendorong PlanB menciptakan model bernama Stock to Flow (S2F). Dalam model tersebut, PlanB memperlihatkan rasio atau perbandingan antara suplai terbaru dengan suplai aktif Bitcoin. Dia pun lantas menempatkan S2F untuk melawan kapitalisasi pasar dolar AS, bersama data-data SF untuk perak dan emas.

Dalam paper-nya, PlanB juga menyimpulkan bahwa mata uang Bitcoin akan terus naik mengikuti turunnya suplai terhadap dolar AS. Sementara itu, perak dan emas akan bekerja sebagai benchmark yang membuktikan melejitnya harga Bitcoin. PlanB pun mengatakan bahwa nilainya akan sampai hingga USD100-288 ribu.

Prediksi dari PlanB pun memunculkan sejumlah kritik. Mereka yang skeptis mempertanyakan kekurangan model S2F terhadap plafon harga Bitcoin mengingat perekonomian global sendiri bernilai USD100 triliun. Selain itu, ekspektasi terhadap investor yang meninggalkan aset berharga demi beralih ke Bitcoin masih belum tinggi.

Kemudian, ada juga yang mengatakan Bitcoin sebenarnya tak selangka yang dianggap banyak orang, sebab mata uang kripto tersebut hanya sekadar proyek penggemar. Kodenya pun masih bisa direplika dan menjadi fondasi sejumlah mata uang kripto baru.

Validasi model S2F milik PlanB dari Tesla

Meski model S2F milik PlanB mengundang cibiran, masih ada beberapa pihak yang mampu mematahkannya. Salah satunya Tesla yang baru-baru ini berinvestasi pada Bitcoin dan secara tak langsung menjawab argumen terkait permintaan.

Perusahaan yang dikelola Elon Musk tersebut membeli Bitcoin senilai USD1.5 miliar setelah mengalokasikan 10% dari total kas mereka pada Januari 2021. Hal tersebut memperlihatkan permintaan dari sebuah perusahaan besar dapat menyelamatkan mata uang kripto tersebut dari potensi devaluasi. Langkah yang diambil Tesla pun selaras dengan apa yang dibahas dalam S2F, khususnya seputar nilai pasar mata uang Bitcoin yang mencapai USD1 triliun.

Sejauh ini, setelah Tesla mengumumkan investasi terhadap Bitcoin, kapitalisasi pasar mata uang kripto tersebut sudah berada di kisaran USD875 miliar. Hal tersebut jelas menjadikan prediksi yang dibuat PlanB melalui model S2F sebagai salah satu yang akurat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, khususnya dalam sektor finansial. Langkah yang diambil Tesla memberikan dampak lain yang lebih besar. Diperkirakan rate Bitcoin akan sampai ke angka USD100 ribu per unit kalau sejumlah perusahaan besar mengikuti jejak Tesla dalam mengadopsi mata uang kripto. Maka tak menutup kemungkinan masa depan mata uang Bitcoin akan semakin cerah, terutama dalam sektor transaksi digital.

Elon Musk dan Kontribusinya dalam Kenaikan Harga Mata Uang Bitcoin

Selama beberapa tahun terakhir, harga mata uang kripto Bitcoin melonjak drastis. Angka yang naik cukup signifikan jelas mengundang perhatian dari berbagai pihak, dari miners hingga perusahaan besar yang mulai meliriknya sebagai aset. Percepatan digitalisasi sejak wabah Covid-19 pun menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin terus diburu untuk menstabilkan kondisi finansial mereka.

Meroket tajam berkat campur tangan Elon Musk

Nama-nama besar yang mulai menjadikan Bitcoin sebagai produk investasi terbilang familiar di telinga publik. Salah satunya adalah Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, yang baru-baru ini telah membuat harga Bitcoin melejit tajam. Hal tersebut didasarkan data yang dihimpun TradingView pada 9 Februari 2021 waktu setempat yang mengungkap harga mata uang kripto Bitcoin sudah menyentuh USD48.200 atau setara dengan Rp700 juta.

Campur tangan Elon Musk tak dipungkiri memberikan dampak besar terhadap Bitcoin. Sebagai salah satu investor, Tesla mengabarkan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat bahwa mereka telah menggelontorkan dana sebesar USD1.5 miliar untuk Bitcoin, seperti yang dilaporkan dalam laporan tahunan 2020.

Sebelumnya, Musk menginvestasikan kurang lebih 7,7% dari total kas Tesla (sekitar USD19.384 miliar pada akhir kuartal keempat 2020). Kehadirannya tak hanya membuat harga Bitcoin bertambah drastis, tetapi juga menekan risiko kerugian dari segi finansial (de-risking).

Menjadi pembicaraan sejumlah pengamat mata uang kripto

Perubahan harga mata uang kripto Bitcoin hingga de-risking yang menjadi kontribusi Elon Musk melalui Tesla jelas mengundang atensi dari sejumlah pengamat. Sebut saja CEO MicroStretegy Michael Syalor yang membahasnya dalam sebuah cuitan di Twitter, yang kemudian dilanjut dengan wawancara bersama Power Lunch.

Kemudian, ada Scott Melker, analis mata uang kripto, yang berpikir bahwa fenomena FOMO atau Fear of Missing Out (takut ketinggalan hal-hal terkini) tak terlepas dari pada tanggapan para investor di Asia saat mendengar kabar investasi Tesla. Sementara Lark Davis, analis mata uang kripto sekaligus influencer, menegaskan bahwa kenaikan harga yang dialami Bitcoin pada awal Februari merupakan yang tertinggi, terutama untuk nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Pemberitaan mata uang kripto Bitcoin sampai juga ke telinga analis on-chain Willy Woo. Woo melakukan observasi yang menarik setelah MicroStrategy berinvestasi pada Bitcoin pada Agustus 2020. Menururnya, sejak MicroStrategy menggunakan Bitcoin sebagai salah satu aset utama mereka, mata uang tersebut menunjukkan korelasi terbalik yang cukup tinggi terhadap emas.

Tetap dipengaruhi jumlah suplai dan permintaan

CEO Abra, Bill Barhydt, mengungkapkan meskipun sebagian besar orang menduga 6% suplai maksimal Bitcoin dipengaruhi gabungan keuangan, jumlah yang sebenarnya justru lebih besar. Hal ini disebabkan ada sejumlah perusahaan swasta dan instansi sejenis yang belum melaporkan investasi mereka terhadap Bitcoin. Diperkirakan, harga mata uang kripto Bitcoin akan naik dua kali lipat dan terus bertumbuh.

Meski harga Bitcoin melaju semakin cepat, faktor yang mempengaruhinya masih tak terlepas dari jumlah suplai dan permintaan (supply and demand). Tyler Winklevoss selaku CEO dan co-founder mata uang kripto Gemini sendiri mengatakan, berdasarkan penilaiannya, harga Bitcoin mungkin bisa meroket ‘sampai ke Mars’.

Kenaikan harga Bitcoin dan kehadiran Elon Musk memang membuat kritik terhadap mata uang tersebut, termasuk dari Peter Schiff dan Nouriel Roubini, semakin sukar didengar. Namun, selain mempengaruhi harga mata uang kripto Bitcoin, investasi masif akan membuat prospeknya semakin sehat dan menjanjikan.

Bitcoin Lebih Besar dari Tesla pada Kapitalisasi Pasar

Saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla dalam kapitalisasi pasar. Hal ini terjadi sejak perusahaan kendaraan elektrik Tesla membeli sejumlah besar Bitcoin. Setelah itu, nilai kapitalisasi pasar dari Bitcoin meningkat, bahkan hingga lebih tinggi dari Tesla. Hal ini juga mengubah peringkat Bitcoin dalam pasar.

Nilai Bitcoin dalam Pasar

Bitcoin adalah salah satu jenis mata uang kripto. Mata uang kripto merupakan asset digital yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi. Keuntungan dari menggunakan mata uang kripto ialah transparansi yang bisa didapatkan oleh orang-orang yang menggunakannya. Dengan begitu, tidak perlu campur tangan pihak ketiga untuk bisa melakukan transaksi.

Bitcoin merupakan mata uang kripto yang sangat terkenal. Mata uang kripto ini digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Ini menjadi salah satu alasan mengapa nilai mata uang Bitcoin menjadi cukup tinggi di pasaran. Inilah mengapa para investor juga tertarik untuk memiliki Bitcoin. Hal ini disebabkan karena Bitcoin dianggap sebagai asset yang dapat membawa keuntungan.

Penurunan Nilai Bitcoin

Walau begitu, nilai Bitcoin juga mengalami penurunan dan kenaikan. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai Bitcoin sempat mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan, nilai Bitcoin mencapai nilai terendahnya karena beberapa hal.

Penurunan nilai Bitcoin ini menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan. Namun, banyak orang yang memprediksi bahwa nilai Bitcoin akan meningkat di masa depan. Walau begitu, masih sulit untuk menentukan apakah nilai Bitcoin akan naik atau turun di waktu yang akan datang.

Tesla Membeli Bitcoin

Tesla merupakan salah satu perusahaan kendaraan elektrik yang paling besar di dunia. CEO dari Tesla, Elon Musk, melakukan sesuatu yang cukup mengubah nasib dari nilai Bitcoin di pasar. Bahkan, saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla dalam hal kapitalisasi pasar.

Elon Musk belakangan membeli Bitcoin sebesar $1.5 milyar. Hal ini berhasil mengubah nasib Bitcoin di tengah pasar. Karena Tesla membeli Bitcoin dalam jumlah sebesar itu, harga Bitcoin meningkat cukup drastis. Peningkatan harga ini pun dirasakan hanya dalam waktu 24 jam setelah Elon Musk membeli mata uang kripto tersebut.

Bitcoin Naik Menjadi Ranking 7

Berkat Tesla, Bitcoin berhasil naik peringkat menjadi peringkat ke-7 dalam urutan asset terbesar di dalam dunia. Elon Musk cukup mengagetkan dunia dengan pembelian ini pada bulan Januari lalu. Berdasarkan beberapa prediksi, nilai Bitcoin yang dibeli oleh Tesla ini sama dengan 15% dari cash holding yang dimiliki oleh firma ini.

Akibat perbuatan Elon Musk ini, nilai Bitcoin melambung sangat tinggi. Bahkan, harga Bitcoin di pasar mencapai $48,000. Ini merupakan nilai tertinggi yang berhasil dicapai oleh mata uang kripto ini. Secara natural, kapitalisasi pasar dari Bitcoin juga ikut meningkat hingga memecahkan rekornya sendiri.

Walaupun nilainya sempat turun lagi setelah beberapa saat, Bitcoin tetap menjadi asset yang cukup berharga. Saat ini, ada 18,6 juta token Bitcoin yang bersirkulasi. Selain itu, Bitcoin juga memiliki tag harga sebesar $47,000. Maka dari itu, total dari asset ini bisa mencapai $875 milyar.

Berdasarkan informasi dari AssetDash, peningkatan nilai dari Bitcoin tersebut membantu asset ini dalam mencapai ranking 7 dari asset terbesar di dunia. Menariknya, hal ini berarti Bitcoin membalap Tesla dalam hal kapitalisasi pasar, dimana Tesla memiliki nilai total $811 milyar. Inilah mengapa saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla.

Para Analis Mengatakan Bahwa Kemungkinan Bitcoin Naik Kembali Setelah Fase Akumulasi

Para analis mata uang kripto mengatakan bahwa ada kemungkinan nilai Bitcoin naik kembali setelah terjadi fase akumulasi dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin mulai turun kembali setelah mengalami kenaikan yang cukup pesat. Hingga saat ini, nilai Bitcoin tersebut sulit untuk diprediksi kenaikan maupun penurunannya.

Bitcoin: Mata Uang Kripto Populer

Apabila anda mengikuti dunia mata uang kripto, maka anda pasti pernah mendengar tentang Bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu jenis mata uang kripto yang paling terkenal di seluruh dunia. Karena mata uang kripto ini begitu terkenal, Bitcoin digunakan secara luas oleh banyak sekali orang dari sleuruh penjuru dunia.

Bitcoin merupakan dana digital yang dapat digunakan sebagai alat pertukaran. Oleh karena itu, banyak orang di luar sana yang menggunakan Bitcoin sebagai media untuk bertransaksi. Salah satu keuntungan dari melakukan transaksi menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin ialah transparansi yang bisa didapatkan oleh kedua belah pihak. Inilah mengapa banyak sekali orang di luar sana yang menggunakan Bitcoin.

Karena banyak orang menggunakan Bitcoin, maka nilai dari mata uang kripto ini di pasaran juga cukup tinggi. Banyak investor-investor di luar sana yang berminat dalam mengambil bagian dari Bitcoin. Maka dari itu, Bitcoin juga termasuk salah satu hal dengan nilai yang cukup tinggi di pasaran.

Harga Bitcoin Beberapa Pekan Terakhir

Bitcoin sudah pernah mengalami kenaikan dan penurunan harga. Namun, harga Bitcoin beberapa pekan terakhir cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena terjadi penurunan harga hingga nilai Bitcoin menjadi cukup rendah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin mencapai nilai terendah yang pernah dialaminya. Bahkan, nilainya bisa turun hingga $33,000. Padahal nilai Bitcoin naik kembali sebesar 18% setelah Elon Musk meletakkan Bitcoin pada bio sosial media Twitter yang ia miliki beberapa saat laliu. Elon Musk merupakan CEO dari Tesla yang merupakan perusahaan kendaraan listrik yang paling besar di dunia.

Kenaikan yang dialami oleh Bitcoin tersebut mencapai $38,000 dalam waktu 24 jam. Namun, kenaikan ini hanya berlangsung sesaat saja. Nilai Bitcoin kembali turun hingga mencapai $33,000. Dalam beberapa jam terakhir, nilai Bitcoin ini hampir mencapai $34,000.

Akankah Nilai Bitcoin Meningkat Kembali?

Melihat penurunan dari nilai Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir, muncul satu pertanyaan di benak semua orang. Akankah nilai Bitcoin tersebut meningkat kembali? Pertanyaan ini menjadi suatu pertanyaan yang cukup penting. Hal ini disebabkan karena nasib para investor akan ditentukan oleh perubahan nilai dari Bitcoin dalam pasaran.

Berdasarkan perubahan-perubahan nilai yang dialami Bitcoin sejauh ini, tidak bisa dipastikan kemana arah perubahan yang selanjutnya. Banyak orang mengalami kesulitan dalam menentukan apakah nilai Bitcoin akan naik maupun turun di masa depan. Bahkan, beberapa analis juga mengalami kesulitan dalam menentukan nasib dan masa depan dari nilai Bitcoin tersebut.

Namun, beberapa analis mengatakan bahwa ada kemungkinan yang cukup baik untuk masa depan Bitcoin. Mereka mengatakan bahwa ada kemungkinan Bitcoin mampu naik kembali pada akhir minggu. Saat ini, Bitcoin masih dalam fase akumulasi. Setelah akumulasi, ada kemungkinan nilainya akan naik kembali.

Kesimpulan

Bitcoin merupakan salah satu mata uang kripto yang paling terkenal di dunia. Mata uang kripto ini digunakan oleh banyak orang dari seluruh dunia. Namun, belakangan ini nilainya mengalami penurunan yang cukup memprihatinkan. Tidak bisa dipastikan perubahan selanjutnya dari nilai Bitcoin. Namun, beberapa analis mengatakan ada kemungkinan Bitcoin naik kembali.

Inilah Mengapa Perubahan Bio Twitter Elon Musk Berhasil Meningkatkan Bitcoin hingga 18%

Setelah terjadi perubahan sederhana dari bio Twitter Elon Musk, nilai Bitcoin meningkat hingga 18%. Hal ini merupakan sesuatu yang cukup menakjubkan, mengingat bahwa sebuah perubahan kecil mampu mengubah nasib dari mata uang kripto ini. Terlebih, perubahan yang dibuat oleh Elon Musk hanya merupakan perubahan sederhana pada bio profil akun Twitter yang ia miliki.

Akun Twitter Elon Musk

Elon Musk merupakan pemilik dari perusahaan Tesla dan Space X. Seperti yang anda ketahui, ia merupakan salah satu pengusaha yang paling sukses di dunia. Musk memiliki akun Twitter sebagai salah satu wadah media sosial yang sering ia gunakan.

Di media sosial Twitter, Elon Musk memiliki sekitar 43,8 juta pengikut dari seluruh dunia. Sebelum kejadian ini pun, Musk dikenal sebagai seseorang yang bisa dengan mudah menggerakkan pasar. Beberapa kali sebelum ini, Musk juga sering membuat cuitan yang berhasil meningkatkan harga pasaran menjadi naik. Hal ini pernah terjadi pada pasar perdagangan ritel yang sempat melonjak hingga 50% hanya karena cuitan dari Elon Musk.

Mata Uang Kripto Bitcoin

Bitcoin merupakan salah satu mata uang kripto yang paling populer di dunia. Apabila anda tidak asing dengan mata uang kripto, maka anda tentunya mengerti bahwa Bitcoin merupakan bentuk mata uang digital yang digunakan oleh banyak orang saat ini.

Sayangnya, harga Bitcoin sedang mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Bahkan, nilai dari mata uang kripto ini sempat jatuh pada nilai terendah dalam tiga minggu terakhir ini. Hal ini merupakan sesuatu yang cukup disayangkan, apalagi mengingat bahwa Bitcoin merupakan mata uang kripto yang paling populer di seluruh dunia.

Penurunan Nilai Bitcoin

Sebelum terjadi penurunan harga dan perubahan pada bio Twitter Elon Musk, nilai Bitcoin masih bisa dibilang sangat tinggi. Bahkan, nilai mata uang kripto ini sempat berada pada nilai tertingginya, yakni sekitar US$42,000.

Namun, kejayaan tersebut berubah dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin merosot hingga mencapai US$29,300 pada awal sesi Asia. Hal ini menunjukkan penurunan hampir 5% yang termasuk sangat signifikan. Namun, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Penurunan nilai yang dialami oleh Bitcoin diduga disebabkan oleh beberapa hal. Beberapa hal tersebut antara lain aksi ambil untung serta kekhawatiran mengenai peraturan-peraturan baru yang melibatkan mata uang kripto seperti Bitcoin. Akibatnya, Bitcoin mengalami kerugian besar.

Elon Musk dan Bitcoin

Nilai Bitcoin di dalam pasaran memang cukup menyedihkan. Namun, segala sesuatu berubah setelah Elon Musk melakukan perubahan sederhana di salah satu media sosialnya.

Sebelum Elon Musk melakukan perubahan apapun, ia sempat bertanya mengenai perubahan transaksi besar dari Tesla menjadi Bitcoin. Setelah itu, Elon Musk memutuskan untuk membeli Bitcoin. Hal inilah yang menyebabkan awal mulanya peningkatan signifikan dari nilai Bitcoin dalam pasaran.

Perusahaan Tesla yang merupakan perusahaan kendaraan listrik yang sangat besar mengumumkan bahwa ia sudah membeli sebanyak $1.5 milyar Bitcoin. Kapitalisasi dari Bitcoin sendiri saat ini ialah sekitar $890 milyar. Hal ini menempatkan Bitcoin ke peringkat 6 pada perusahaan trading terbesar di dunia. Perubahan sederhana yang dilakukan oleh Elon Musk di bio Twitter yang ia miliki melibatkan penambahan tulisan “#bitcoin”. Perubahan sederhana tersebut mampu mengguncangkan harga dari Bitcoin dalam pasaran dengan begitu mudah. Dalam waktu 24 jam, nilai dari Bitcoin melambung tinggi hingga mencapai 18%. Hal ini berarti meningkatkan pendapatan Bitcoin hingga $270 juta dalam waktu 24 jam. Inilah mengapa perubahan sederhana bio Twitter Elon Musk mampu mengubah nasib Bitcoin.

CEO Visa Al Kelly: Bitcoin Digunakan dalam VISA

Apakah anda mengetahui bahwa bisa saja Bitcoin digunakan dalam VISA kelak? VISA merupakan salah satu perusahaan layanan finansial multinasional yang paling besar di dunia. Kabarnya, perusahaan layanan finansial ini akan menambahkan mata uang kripto ke dalam jaringannya yang ekspansif.

Bitcoin dalam VISA

VISA bisa saja menambahkan Bitcoin ke dalam salah satu mata uang yang bisa digunakan dalam jaringannya. Al Kelly, CEO dari VISA, mengatakan bahwa perusahaan finansial tersebut ingin menambahkan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya ke dalam jaringan pembayannya yang ekspansif. Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah penampilan online minggu lalu.

Kelly mengatakan bahwa mata uang digital sudah menjadi salah satu alat pertukaran yang diakui di dunia. Maka dari itu, tidak ada alasan mengapa VISA tidak menambahkan mata uang kripto seperti Bitcoin ke dalam jaringan pembayaran mereka. Hal tersebut menjadi cukup wajar, mengingat bahwa VISA sendiri sudah mendukung penggunaan dari lebih dari 160 mata uang hingga saat ini.

Walau begitu, Kelly tidak yakin sepenuhnya bahwa mata uang kripto dapat digunakan secara luas. Sejauh ini, Bitcoin masih merupakan salah satu mata uang kripto yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Mata uang kripto ini merupakan salah satu mata uang kripto yang terkenal di dunia. Namun, Kelly mengatakan bahwa Bitcoin saat ini masih berfungsi sebagai “emas digital” sehingga belum digunakan sebagai alat pembayaran yang signifikan saat ini.

Layanan-layanan mata uang kripto hanya memperbolehkan penggunanya untuk melakukan beberapa hal. Melalui mata uang kripto, seseorang bisa melakukan pertukaran uang. Setiap kali seorang pelanggan menggunakan “kartu kripto” yang ia miliki, kripto tersebut sebenarnya tidak berinteraksi dengan jaringan VISA. Namun, pertukaran tersebut menghasilkan jumlah yang ekuivalen dengan kripto tersebut. Setelah itu, VISA menerima pembayaran secara flat.

Namun, Kelly mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja berubah di masa depan. Anda akan melihat bahwa bisa saja Bitcoin digunakan dalam VISA di masa yang akan datang. Diduga VISA bisa membantu menjadikan pasar kripto menjadi lebih aman. Tentunya, hal ini akan mendatangkan manfaat bagi jutaan pelanggan yang ia miliki di seluruh dunia.

Kelly juga menambahkan bahwa strategi dari VISA adalah untuk fokus pada dompet mata uang kripto dan pertukaran-pertukaran yang terjadi. Dengan begitu, pengguna bisa membeli sebuah mata uang menggunakan kredensial VISA. Selain itu, pengguna juga bisa menarik uang pada VISA credential untuk membeli sesuatu dari 70 juta penjual yang menerima VISA.

Peningkatan Stablecoin

Peningkatan dari stablecoin menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh Kelly. Stablecoins merupakan mata uang kripto yang memiliki nilai stabil. Selain itu, nilainya bisanya 1:1 dengan mata uang fiat seperti dollar US. Stablecoins sedang dikembangkan untuk digunakan dalam komersialisasi global.

VISA merupakan perusahaan finansial besar yang sangat berkembang. Perusahaan ini mendukung lebih dari 35 wadah mata uang kripto yang cukup besar dan memiliki profil yang baik. Selain itu, VISA juga mendukung penggunaan dompet elektronik dan kartu kripto. Hal-hal yang termasuk di dalamnya antara lain BlockFi, BitPanda, Crypto.com, dan Fold. Alat-alat tersebut sudah digunakan oleh lebih dari 60 juta pelanggan VISA.

Kesimpulan

VISA adalah perusahaan finansial multinasional yang cukup besar. Kabarnya, perusahaan ini ingin menambahkan mata uang kripto seperti Bitcoin dalam jaringannya. Maka dari itu, anda bisa melihat bahwa Bitcoin digunakan dalam VISA suatu saat nanti.

Istilah Dalam Bitcoin, Kelebihan dan Kekurangannya

Bitcoin merupakan mata uang digital dimana penggunaan dan pendistribusiannya dilakukan secara elektronik. Istilah bitcoin memang sudah lama terdengar dan cukup menyita antusiasme masyarakat. Keuntungan dari bitcoin ini juga sangat menggiurkan masyarakat sehingga di Indonesia sendiri penggunanya sudah banyak. Bahkan, beberapa perusahaan sudah menjadi platform jual beli bitcoin ini. Tidak hanya itu, bitcoin juga dianggap instrumen investasi baru yang dapat memaksimalkan keuntungan secara maksimal. 

Istilah- istilah dalam bitcoin

Untuk anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bitcoin ini, sebaiknya pahami dahulu beberapa istilah-istilah berikut ini. Dengan memahami istilah berikut, anda juga bisa memahami cara kerja bitcoin tersebut. 

Blockchain, merupakan kode sumber terbuka yang sudah mendukung bitcoin ini. Setiap transaksi yang dilakukan adalah “blok” yang kemudian “dirantai” ke kode. Setiap transaksi dibuat catatan permanen. Teknologi Blockchain ini merupakan jantung lebih dari 2.200 mata uang kripto. 

Kunci pribadi dan publik, setiap dompet bitcoin berisi kunci publik juga privat. Kedua kunci tersebut bekerja sama agar memungkinkan pemilik untuk memulai dan menandatangani semua transaksi secara digital. Tidak hanya itu, hal itu juga untuk memberikan bukti otorisasi. 

Penambang bitcoin, Penambang atau bisa disebut juga dengan anggota platform peer-to-peer, secara independen memberikan konfirmasi transaksi dengan menggunakan komputer kecepatan tinggi. Waktu yang dibutuhkan hanyalah 10-20 menit. Setelah itu, penambang dibayar dalam bentuk bitcoin tersebut untuk usaha yang mereka lakukan. 

Kekurangan dan Kelebihan Bitcoin 

Anda juga perlu mengetahui kekurangan dan kelebihan bitcoin, penjelasannya adalah sebagai berikut;

Gejolak harga 

Baru-baru ini terdapat kabar baik bahwa yang membeli bitcoin di tahun 2018, bulan Desember, anda yang membeli bitcoin di tahun 2017 harganya melesat $20.000, mereka harus memulihkan kerugian tersebut. 

Peretasan 

Masalah peretasan mungkin saja terjadi pada dompet bitcoin ini, bahkan ini menjadi target bagi para peretas. Seperti yang diberitakan pada bulan Mei 2019 lalu, bahwa terdapat lebih dari $40 juta bitcoin berhasil dicuri dari beberapa akun yang sudah bernilai tinggi. 

Penggunaannya terbatas 

Beberapa perusahaan membuat pengecualian agar tidak menggunakan/menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Dengan demikian, dapat dikatakan penggunaan bitcoin ini terbatas. 

Tidak dilindungi SIPC 

Perusahaan Perlindungan Investor Sekuritas mengasuransikan beberapa investor sampai $500.000 jika dana dicuri atau gagal. Namun, asuransi ini tidak mencakup dan tidak berlaku untuk bitcoin. 

Sementara itu, bitcoin juga memiliki kelebihan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut; 

Potensi pertumbuhan besar 

Nilai bitcoin akan tumbuh besar karena semakin banyak investor yang membeli dan bertaruh. Semakin dipercaya, maka penggunaannya pun akan lebih luas. Hal inilah yang akan memicu pertumbuhan bitcoin.

Dapat menghindari bank tradisional/ perantara pemerintah 

Beberapa investor ingin merangkul mata uang alternatif yang sudah terdesentralisasi setelah resesi dan krisis keuangan hebat terjadi. Namun, bagi anda yang ingin membeli bitcoin tidak perlu menggunakan jasa otoritas pemerintahan ataupun pihak ketiga. Anda hanya perlu menautkan rekening bank anda sendiri. 

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan dari bitcoin ini. Sebelum anda membeli bitcoin murah, anda bisa membaca beberapa penjelasan di atas agar lebih memahami, apa itu bitcoin, istilah-istilah penting di dalamnya, serta kekurangan dan kelebihannya. Dengan begitu, anda pasti akan memiliki pertimbangan yang matang akan hal tersebut. Sekalipun terdapat kekurangan, namun bitcoin juga mempunyai kelebihan. Bitcoin ini bahkan menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah dari pada pembayaran lainnya.