Bitcoin Diprediksi Senilai 1 Juta USD Pada Tahun 2025

Raoul Pal dari Global Macro Investor atau GMI berpendapat bahwa saat ini dunia telah mengalami peristiwa ekonomi yang terbesar, khususnya sejak 150 tahun terakhir. Hal ini diyakini oleh CEO GMI Raoul Pal yang menuliskan bahwa aset digital seperti Bitcoin akan menjadi aset yang bernilai 10 Triliun USD dalam beberapa tahun ke depan. Beli Bitcoin akan menguntungkan. Saat ini Bitcoin masih berada pada nilai 200 miliar USD. Namun hal tersebut bukan lah sesuatu yang sifatnya pasti, mengingat pasar dunia terus mengalami gejolak. Khususnya saat ini Corona Virus telah meluluhlantakkan berbagai lini ekonomi. Hal ini jelas memberikan rasa panik dan takut bagi masyarakat. Baby Boomer merupakan generasi yang paling  panik akan hal tersebut, sehingga tindakan yang mereka lakukan bisa mengakibatkan hal menjadi lebih buruk.

Ekonomi Dunia Menuju Bencana

Serangan Corona virus memberikan bencana besar bagi roda perekonomian. Dengan situasi tersebut, maka otomatis masyarakat yang mengalami kepanikan akan mencari rasa aman untuk menyelamatkan dirinya. Raoul Pal berpendapat bahwa beberapa tahun ke depan akan terjadi tiga fase yang dialami oleh masyarakat, yakni kepanikan, harapan, dan juga kebangkrutan. Akibat Corona Virus dunia saat ini sedang berada pada fase panik tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang menjual barang mereka untuk bisa tetap bertahan hidup. Setelah melewati fase panik tersebut, maka akan muncul harapan, yang tidak akan bertahan lama. Setelah mengalami fase harapan tersebut, maka masyarakat akan mengalami fase terakhir yakni kebangkrutan. Raoul Pal memprediksi fase ini akan menjadi fase yang brutal dan akan mengubah segalanya. 

Hasil Statistik Ekonomi yang Sedang Terjatuh

Raoul Pal memperlihatkan grafik dan statistik ekonomi yang terus mengalami penurunan dengan sangat besar. Temuan dari Purchasing Managers Index (PMI) menunjukkan bahwa China sebagai salah satu penguasa ekonomi sedang terjun bebas. Penjualan ritel, produksi industri, dan investasi aset tetap terus menurun. Hal ini diperparah juga oleh kepercayaan konsumen yang semakin berkurang. Bukan hanya di China, hal tersebut terjadi di setiap negara. Sebut saja negara yang kuat secara ekonomi seperti Amerika, Australia, Jepang, dan negara Eropa lainnya semua mengalami hal yang sama. Hal ini ditambah pula dengan prediksi bahwa data pengangguran bisa mencapai titik paling buruk sepanjang sejarah. 

Bitcoin Menjadi Opsi Untuk Masa Depan

Penelitian yang dilakukan oleh Raoul Pal bukan hanya terhadap dampak buruknya saja. Masih ada secercah harapan yang bisa memperbaiki hal tersebut, Bitcoin merupakan salah satu harapan. Penelitian Raoul Pal menunjukkan bahwa emas masih memiliki kinerja yang baik. Raoul Pal mencatat bahwa emas sanggup menembus 1800 USD per onsnya. Hal ini dianggap akan menjadi pemicu awal. Ia juga berharap agar emas bisa naik tiga hingga 5 kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Berbicara tentang Bitcoin Raoul Pal memberikan pandangan yang sangat optimis. Ia memandang bahwa Bitcoin berbeda dengan yang lainnya. Saat ini Bitcoin memang masih berada di kelas aset yang bernilai 200 miliar USD, namun beberapa tahun kedepan Raoul Pal optimis Bitcoin akan beranjak ke kelas aset yang bernilai 15 triliun USD.  Jika emas naik 5 kali lipat, maka nilainya akan menjadi aset 60 USD. Berkaca dari hal tersebut Raoul Pal beranggapan bukan tidak mungkin Bitcoin akan menjadi aset yang bernilai 10 triliun USD. Raoul Pal mengatakan bahwa Bitcoin merupakan mata uang yang sistem nilainya terpercaya, terverifikasi, aman, dan akuntansi yang tidak pernah bisa dibuat diluar algoritma kriptografi, sehingga hal ini merupakan sistem pertukaran masa depan yang sangat menjanjikan. 

Recommended Posts