Pasang Surut Bitcoin di Tahun 2020

Tak terasa perusahaan Bitcoin yang bergerak dalam dunia mata uang virtual  telah eksis di dunia mata uang virtual selama 12 tahun tepat pada 3 Januari 2021 lalu. Tentu sebuah hal yang tidak mudah dicapai khususnya melewati tahun  2020 yang bisa dibilang merupakan tahun lesu ekonomi.. Berikut adalah kilas balik apa saja yang dialami oleh bitcoin selama tahun 2020.

Kisah Kelam di Hari Kamis, 12 Maret 2020

Pada hari tersebut, merupakan momen ketika  wabah virus corona atau covid-19 menjangkiti seluruh dunia. Hal ini pun juga berdampak pada nilai bitcoin yang anjlok seketika  menjadi 3.600 USD pada tanggal 13 Maret 2020. Oleh karena itu tidak heran para pelaku bitcoin khawatir karena wabah tersebut dapat menyebabkan “krisis pencairan dalam skala luas” di mana memang mereka bisa beli bitcoin murah dalam jumlah banyak tapi tidak tahu kapan akan naik  lagi nilainya di tengah krisis semacam itu.   

Thesis Paul Tudor

Pada tanggal 7 Mei 2020 Paul Tudor Jones 2 pemilik dari Tudor Investment Corp membuat catatan untuk para investor di perusahaannya. Catatan tersebut menyatakan bahwa bitcoin merupakan aset yang potensial dan merekomendasikan mereka untuk menanamkan modal di situ. Catatan ini  seakan membuat Paul Tudor menjadi “sponsor tidak langsung” untuk bitcoin. Nama besar beliau tentu menjadi jaminan rasa aman bagi investor untuk beli bitcoin tanpa rasa ragu dan cemas

Perusahaan MicroStrategy menanamkan modal di Bitcoin

MicroStrategy merupakan perusahaan yang berkecimpung dalam dunia kecerdasan perangkat lunak. Pada tanggal 11 Agustus 2020, perusahaan ini memutuskan untuk beli bitcoin sebanyak 21.454 unit dengan harga 250 juta USD. Hal ini dikonfirmasi  oleh sang CEO Michael Saylor yang menyatakan pembelian bitcoin dengan jumlah fantastis ini untuk kepentingan bisnis dan ekonomi jangka panjang. Kepentingan ini antara lain untuk  :

  1. berjaga-jaga atasi krisis ekonomi dan kesehatan yang diakibatkan covid-19
  2. memanfaatkan kebijakan dari pemerintah  dalam bidang keuangan yang salah satunya yaitu memberikan kelonggaran dalam pajak
  3. persiapan atas situasi politik dan global yang tidak menentu lainnya yang dapat menyebabkan penurunan nilai mata uang yang ada sekarang

Square menyusul  langkah MicroStrategy pada 8 Oktober 2020

Satu lagi perusahaan IT yang menanamkan modalnya di bitcoin adalah Square dengan memborong 4.709 unit dengan harga 50 juta USD dan menjadikannya sebagai 1% dari aset perusahaan tersebut.

Dukungan dari Wiiliam H. Miller

Posisi dari Bitcoin semakin kuat dengan adanya dukungan dari 1 lagi seorang investor legendaris bernama William H. Miller II. Pada tanggal 6 November 2021 , pemilik dari Miller Value Partners tersebut menyatakan bahwa bitcoin menjadi potensi yang menjanjikan karena tingkat permintaan dan penawarannya yang terus naik per tahun. Bahkan Wiiliam juga menyarankan bank mulai melirik mata uang virtual ini sebagai bentuk konversi lain dari investasi selain emas.

Testimoni Stanley Druckenmiller

Orang terkaya ke-167 di USA versi majalah forbes yang pada awalnya skeptis dengan bitcoin justru pada 9 November 2020 menyatakan ia telah menanamkan modalnya untuk beli bitcoin. Beliau menyatakan bitcoin bisa menjadi investasi yang bagus untuk kaum milenial.

Suntikan dana dari perusahaan-perusahaan lain

Mendekati akhir tahun  malah semakin banyak perusahaan yang menanamkan modalnya di bitcoin sebagai contoh :

a.  Guggenheim Funds menginvestasikan 10% aset dari total aset 233 milyar US dolar ke dalam bentuk bitcoin 

b. Perusahaan asuransi Mutual life mengalokasikan 100 milyar USD untuk beli bitcoin

c.  Ruffer Investment Company Limited menyatakan 2,5% asetnya telah diubah menjadi bitcoin

 Perusahaan tersebut percaya bahwa bitcoin akan terus mengalami kenaikan nilai di masa yang mendatang. Oleh karena itulah di masa krisis ini mereka berani  loyal dengan dana yang begitu besar karena mereka menilai masih bisa beli bitcoin murah untuk saat ini dan terjamin bisa mendapatkan keuntungan berlipat-lipat dalam jangka panjang