Permintaan Bitcoin Melonjak Seiring Bencana Argentina Berlanjut

Sebuah perusahaan riset cryptocurrency bernama Arcane Research mengungkapkan di Twitter pada hari Kamis bahwa permintaan atas Bitcoin di Argentina meningkat di tengah-tengah bencana negara tersebut berlanjut. Argentina berhutang 9 kali berturut-turut dan menghabiskan sebagian besar Peso untuk beli Bitcoin. Kondisi ekonomi Argentina saat ini rapuh. Negara tersebut menyatakan bahwa mereka belum mampu melakukan pembayaran utang dari negara lain yang akan jatuh tempo pada hari Rabu. Dengan kondisi ini, Argentina mulai menghitung mundur untuk default berikutnya dalam pembayaran hutang, kecuali jika negara tersebut berhasil restrukturisasi miliaran dolar dengan kreditor asing.

Sayangnya, untuk negara yang dilanda hutang, proposal yang dibuat Argentina untuk mengurangi beban hutang tidak disetujui oleh banyak pemegang obligasi. Karena itulah, dengan siklus hutang yang terus berlanjut dan secara praktis menghalangi pertumbuhan ekonomi, sejumlah besar warga Argentina memilih untuk membeli dan berdagang Bitcoin.

Permintaan Bitcoin Terus Naik Walaupun Ekonomi Gagal

Sesuai laporan, permintaan Bitcoin terus melonjak walaupun Argentina gagal membayar hutang sebesar $503 juta dolar bulan ini. Warga Argentina telah mengeluarkan sejumlah besar Peso untuk pertukaran dan perdagangan Bitcoin. Faktanya, permintaan Bitcoin telah naik sebanyak 1028% sejak tahun 2018. Hal ini diungkapkan dalam chart yang terlampir di laporan tersebut. Peningkatan volume Bitcoin dilaporkan meningkat sebesar 407% dan setoran volume senilai dolar AS mengalami peningkatan sebesar 139%. Semua data ini menunjukkan bahwa nilai riil dan Bitcoin mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pembatasan Menjadi Bumerang

Sementara itu, dalam upayanya untuk memperkuat mata uang fiat asli, Bank Sentral Argentina telah memberlakukan banyak pembatasan pada crypto dan dolar AS. Dari memberlakukan pembatasan pada pembelian yang dilakukan dengan dolar AS hingga mencegah warganya untuk membeli Bitcoin menggunakan kartu kredit, tampaknya semua upaya untuk menghidupkan kembali mata uangnya yang lesu dan perekonomian kini telah menjadi bumerang.

Apakah Bitcoin Merupakan Sebuah Solusi?

Bank Sentral Argentina akhirnya berdamai dengan fakta bahwa negara tersebut hanya memiliki 2 pilihan; memilih untuk menjadikan Bitcoin sebagai solusi atau membiarkan perekonomian negara lesu. Bank Sentral Argentina akhirnya mengadakan kemitraan dengan perusahaan startup Bitcoin IOV Labs pada 21 April 2020. Kolaborasi ini bertujuan untuk merancang sistem pembayaran yang diberdayakan oleh blockchain yang membantu bank merampingkan pembayaran, setoran, koleksi, dan proses serupa lainnya.

Inisiatif tersebut, sebagaimana disebutkan di atas oleh bank sentral, juga dipandang sebagai indikator kuat dari apa yang diharapkan selanjutnya. Banyak analis mengklaim bahwa dengan permintaan Bitcoin yang meningkat, akhirnya menarik perhatian para pihak berwenang dengan jabatan yang lebih tinggi untuk mempertimbangkan solusi yang berkaitan dengan Bitcoin, atau paling tidak blockchain teknologi yang belum diumumkan. Dengan hal ini, diharapkan perekonomian Argentina bisa bangkit kembali.

Walaupun harga Bitcoin mengalami naik turun yang cukup ekstrim, namun banyak analis dan trader Bitcoin yang optimis bahwa harga Bitcoin masih bisa naik. Hal ini dikarenakan adanya para top investor yang masuk dalam industri cryptocurrency ini. Hal ini diharapkan bisa memulihkan harga Bitcoin yang sempat turun di harga terendah beberapa waktu yang lalu. Para analis dan trader optimis bahwa Bitcoin masih bisa menembus angka $20,000 pada akhir tahun. Melihat berita dan problem yang berhubungan dengan Bitcoin yang sudah disebutkan di atas, apakah Anda tertarik untuk membeli dan memperdagangkan cryptocurrency ini?

Recommended Posts