Saran dari Bitcoin On-Chain Data Untuk Penambang Bitcoin

Saat Corona Virus menyerang, beberapa lini ekonomi terpukul dengan kuat. Hal ini memberikan imbas juga terhadap mata uang virtual dan cryptocurrency. Bitcoin sebagai salah satu mata uang Crypto terbesar, menjadi perhatian banyak orang. Saat pemerintah AS mulai menyarankan agar melakukan pemulihan Ekonomi, Bitcoin menjadi salah satu aset yang dipandang sangat menguntungkan. Hal ini terbukti dengan kenaikan Bitcoin yang mencapai 23% , yakni mencapai angka 9.400 USD. Hal ini membuat Bitcoin dipandang sebagai salah satu investasi yang sangat menjanjikan.

Setiap empat tahun sekali, hasil penambangan dari Bitcoin akan dipotong setengahnya. Sejak tanggal 11 mei lalu, jumlah yang berhasil ditambang dari Bitcoin menjadi 6,25 BTC, bukan lagi 12,5 BTC. Sebelumnya hasil penambangan dari Bitcoin masih mencapai 12,5 BTC, dan nilai penambangan ini akan dipotong setengahnya setiap 4 tahun sekali. Pada 11 mei 2020, hasil tambang dari Bitcoin menjadi 6, 25 BTC. Pada 11 Mei 2024 nanti, hasil penambangan Bitcoin akan menjadi 3,12 BTC. Hal ini terjadi karena kebijakan sistem yang dirancang untuk Bitcoin sendiri. Hal ini dipandang sebagai tindakan yang positif karena akan meningkatkan nilai dari Bitcoin tersebut. Pengurangan hasil penambangan ini merupakan yang ketiga kalinya, sejak Bitcoin diciptakan. Pengurangan tersebut masih memberikan beberapa pandangan yang berbeda dari para ahli.  Beberapa menganggap bahwa pengurangan hasil tambang Bitcoin akan meningkatkan harga Bitcoin untuk jangka waktu yang panjang.

Pentingnya Observasi Untuk Penambangan Bitcoin

Memang tidak ada salahnya berspekulasi bahwa pengurangan hasil penambangan dari Bitcoin tersebut akan meningkatkan harga dari BTC, namun tetap saja observasi yang mendalam perlu dilakukan. Spekulasi tersebut memang akan menjadi pendorong kenaikan harga dari Bitcoin tersebut karena penawaran selalu beriringan dengan permintaan. Jika semua orang beranggapan bahwa pengurangan hasil penambangan tersebut akan meningkatkan harga dari Bitcoin, maka akan semakin banyak orang yang ingin beli Bitcoin. Hal ini jelas akan meningkatkan harga dari Bitcoin tersebut. 

Penambangan pada Bitcoin memang masih memegang peran penting, karena mereka lah yang menjadi pemasok tunggal BTC di pasar. Namun keuntungan yang akan didapatkan oleh penambang sifatnya tidak pasti, karena penambang Bitcoin masih harus membayar biaya listrik dan juga hosting mereka untuk Bitcoin tersebut. Jika harga Bitcoin terlalu rendah tentu saja biaya untuk menambang tidak bisa ditutupi. Hal ini bisa mengakibatkan beberapa penambang menjadi bangkrut. Walaupun demikian tetap saja penambang merupakan pelaku tunggal yang akan menciptakan nilai jual yang konsisten untuk koin yang baru mereka tambang.

Sejarah Menunjukkan Bahwa Pengurangan Hasil Tambang Meningkatkan Harga Bitcoin

Jika berkaca terhadap hasil – hasil sebelumnya, setelah pengurangan dilakukan terhadap hasil tambang dari Bitcoin maka harga dari Bitcoin tersebut juga melonjak. Hal ini menjadi sebuah harapan untuk para penambang dan juga para investor lainnya. Sayangnya tidak ada yang dapat memastikan bahwa sejarah akan terulang kembali. Hal yang sangat penting untuk diingat adalah pasar Cryptocurrency telah mengalami banyak perubahan sejak tahun 2016, di mana pengurangan hasil tambang dari Bitcoin terjadi untuk yang kedua kalinya. Perubahan ini membuka banyak kemungkinan. Seperti yang kita lihat saat ini bahwa Corona Virus memaksa pasar untuk berubah, tak ada yang dapat memastikan apa yang akan terjadi. Walaupun demikian setiap perubahan pasti memberikan sebuah jalan keluar. Bitcoin saat ini tetap mampu menjadi aset yang paling menguntungkan. 

Recommended Posts