Elon Musk dan Kontribusinya dalam Kenaikan Harga Mata Uang Bitcoin

Selama beberapa tahun terakhir, harga mata uang kripto Bitcoin melonjak drastis. Angka yang naik cukup signifikan jelas mengundang perhatian dari berbagai pihak, dari miners hingga perusahaan besar yang mulai meliriknya sebagai aset. Percepatan digitalisasi sejak wabah Covid-19 pun menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin terus diburu untuk menstabilkan kondisi finansial mereka.

Meroket tajam berkat campur tangan Elon Musk

Nama-nama besar yang mulai menjadikan Bitcoin sebagai produk investasi terbilang familiar di telinga publik. Salah satunya adalah Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, yang baru-baru ini telah membuat harga Bitcoin melejit tajam. Hal tersebut didasarkan data yang dihimpun TradingView pada 9 Februari 2021 waktu setempat yang mengungkap harga mata uang kripto Bitcoin sudah menyentuh USD48.200 atau setara dengan Rp700 juta.

Campur tangan Elon Musk tak dipungkiri memberikan dampak besar terhadap Bitcoin. Sebagai salah satu investor, Tesla mengabarkan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat bahwa mereka telah menggelontorkan dana sebesar USD1.5 miliar untuk Bitcoin, seperti yang dilaporkan dalam laporan tahunan 2020.

Sebelumnya, Musk menginvestasikan kurang lebih 7,7% dari total kas Tesla (sekitar USD19.384 miliar pada akhir kuartal keempat 2020). Kehadirannya tak hanya membuat harga Bitcoin bertambah drastis, tetapi juga menekan risiko kerugian dari segi finansial (de-risking).

Menjadi pembicaraan sejumlah pengamat mata uang kripto

Perubahan harga mata uang kripto Bitcoin hingga de-risking yang menjadi kontribusi Elon Musk melalui Tesla jelas mengundang atensi dari sejumlah pengamat. Sebut saja CEO MicroStretegy Michael Syalor yang membahasnya dalam sebuah cuitan di Twitter, yang kemudian dilanjut dengan wawancara bersama Power Lunch.

Kemudian, ada Scott Melker, analis mata uang kripto, yang berpikir bahwa fenomena FOMO atau Fear of Missing Out (takut ketinggalan hal-hal terkini) tak terlepas dari pada tanggapan para investor di Asia saat mendengar kabar investasi Tesla. Sementara Lark Davis, analis mata uang kripto sekaligus influencer, menegaskan bahwa kenaikan harga yang dialami Bitcoin pada awal Februari merupakan yang tertinggi, terutama untuk nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Pemberitaan mata uang kripto Bitcoin sampai juga ke telinga analis on-chain Willy Woo. Woo melakukan observasi yang menarik setelah MicroStrategy berinvestasi pada Bitcoin pada Agustus 2020. Menururnya, sejak MicroStrategy menggunakan Bitcoin sebagai salah satu aset utama mereka, mata uang tersebut menunjukkan korelasi terbalik yang cukup tinggi terhadap emas.

Tetap dipengaruhi jumlah suplai dan permintaan

CEO Abra, Bill Barhydt, mengungkapkan meskipun sebagian besar orang menduga 6% suplai maksimal Bitcoin dipengaruhi gabungan keuangan, jumlah yang sebenarnya justru lebih besar. Hal ini disebabkan ada sejumlah perusahaan swasta dan instansi sejenis yang belum melaporkan investasi mereka terhadap Bitcoin. Diperkirakan, harga mata uang kripto Bitcoin akan naik dua kali lipat dan terus bertumbuh.

Meski harga Bitcoin melaju semakin cepat, faktor yang mempengaruhinya masih tak terlepas dari jumlah suplai dan permintaan (supply and demand). Tyler Winklevoss selaku CEO dan co-founder mata uang kripto Gemini sendiri mengatakan, berdasarkan penilaiannya, harga Bitcoin mungkin bisa meroket ‘sampai ke Mars’.

Kenaikan harga Bitcoin dan kehadiran Elon Musk memang membuat kritik terhadap mata uang tersebut, termasuk dari Peter Schiff dan Nouriel Roubini, semakin sukar didengar. Namun, selain mempengaruhi harga mata uang kripto Bitcoin, investasi masif akan membuat prospeknya semakin sehat dan menjanjikan.

CEO Visa Al Kelly: Bitcoin Digunakan dalam VISA

Apakah anda mengetahui bahwa bisa saja Bitcoin digunakan dalam VISA kelak? VISA merupakan salah satu perusahaan layanan finansial multinasional yang paling besar di dunia. Kabarnya, perusahaan layanan finansial ini akan menambahkan mata uang kripto ke dalam jaringannya yang ekspansif.

Bitcoin dalam VISA

VISA bisa saja menambahkan Bitcoin ke dalam salah satu mata uang yang bisa digunakan dalam jaringannya. Al Kelly, CEO dari VISA, mengatakan bahwa perusahaan finansial tersebut ingin menambahkan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya ke dalam jaringan pembayannya yang ekspansif. Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah penampilan online minggu lalu.

Kelly mengatakan bahwa mata uang digital sudah menjadi salah satu alat pertukaran yang diakui di dunia. Maka dari itu, tidak ada alasan mengapa VISA tidak menambahkan mata uang kripto seperti Bitcoin ke dalam jaringan pembayaran mereka. Hal tersebut menjadi cukup wajar, mengingat bahwa VISA sendiri sudah mendukung penggunaan dari lebih dari 160 mata uang hingga saat ini.

Walau begitu, Kelly tidak yakin sepenuhnya bahwa mata uang kripto dapat digunakan secara luas. Sejauh ini, Bitcoin masih merupakan salah satu mata uang kripto yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Mata uang kripto ini merupakan salah satu mata uang kripto yang terkenal di dunia. Namun, Kelly mengatakan bahwa Bitcoin saat ini masih berfungsi sebagai “emas digital” sehingga belum digunakan sebagai alat pembayaran yang signifikan saat ini.

Layanan-layanan mata uang kripto hanya memperbolehkan penggunanya untuk melakukan beberapa hal. Melalui mata uang kripto, seseorang bisa melakukan pertukaran uang. Setiap kali seorang pelanggan menggunakan “kartu kripto” yang ia miliki, kripto tersebut sebenarnya tidak berinteraksi dengan jaringan VISA. Namun, pertukaran tersebut menghasilkan jumlah yang ekuivalen dengan kripto tersebut. Setelah itu, VISA menerima pembayaran secara flat.

Namun, Kelly mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja berubah di masa depan. Anda akan melihat bahwa bisa saja Bitcoin digunakan dalam VISA di masa yang akan datang. Diduga VISA bisa membantu menjadikan pasar kripto menjadi lebih aman. Tentunya, hal ini akan mendatangkan manfaat bagi jutaan pelanggan yang ia miliki di seluruh dunia.

Kelly juga menambahkan bahwa strategi dari VISA adalah untuk fokus pada dompet mata uang kripto dan pertukaran-pertukaran yang terjadi. Dengan begitu, pengguna bisa membeli sebuah mata uang menggunakan kredensial VISA. Selain itu, pengguna juga bisa menarik uang pada VISA credential untuk membeli sesuatu dari 70 juta penjual yang menerima VISA.

Peningkatan Stablecoin

Peningkatan dari stablecoin menjadi salah satu hal yang diperhatikan oleh Kelly. Stablecoins merupakan mata uang kripto yang memiliki nilai stabil. Selain itu, nilainya bisanya 1:1 dengan mata uang fiat seperti dollar US. Stablecoins sedang dikembangkan untuk digunakan dalam komersialisasi global.

VISA merupakan perusahaan finansial besar yang sangat berkembang. Perusahaan ini mendukung lebih dari 35 wadah mata uang kripto yang cukup besar dan memiliki profil yang baik. Selain itu, VISA juga mendukung penggunaan dompet elektronik dan kartu kripto. Hal-hal yang termasuk di dalamnya antara lain BlockFi, BitPanda, Crypto.com, dan Fold. Alat-alat tersebut sudah digunakan oleh lebih dari 60 juta pelanggan VISA.

Kesimpulan

VISA adalah perusahaan finansial multinasional yang cukup besar. Kabarnya, perusahaan ini ingin menambahkan mata uang kripto seperti Bitcoin dalam jaringannya. Maka dari itu, anda bisa melihat bahwa Bitcoin digunakan dalam VISA suatu saat nanti.