Perubahan Harga Drastis Terhadap Bitcoin

Pada penelitian terbaru menjelaskan tentang pasokan Bitcoin yang terus menurun. Hal ini diungkapkan oleh penyedia analisis dari Glassnode. Ini disebabkan karena semakin banyak investor yang menyimpan aset untuk jangka waktu yang Panjang.

Temuan tersebut mengejutkan. Selain itu, ini menunjukkan bahwa saat ini ada sekitar 78% dari Bitcoin yang telah diterbitkan hilang atau bahkan dicuri.

Ada kurang dari 4 juta Bitcoin dimiliki oleh para pendatang baru di pasar perdagangan investasi. Termasuk di dalamnya ada beberapa perusahaan besar seperti PayPal, Square, S & P500, ETF, dan sejenisnya.

Ini membuat fluktuasi mengering lebih cepat dari yang diperkirakan. Namun, ini memberikan tanda-tanda yang menjanjikan untuk kenaikan harga Bitcoin. Tentu saja hal ini baik untuk masa depan Bitcoin.

Mengapa Bitcoin menurun?

Lonjakan harga Bitcoin terjadi karena dorongan pedagang ritel. Mereka terpengaruh oleh pendapat di media sosial yaitu Twitter bahwa Bitcoin mencapai rekor tertinggi. Penyebab utama dari naiknya harga Bitcoin adalah Tesla yang telah membeli Bitcoin senilai $ 1,5 miliar pada bulan Januari.

Selain itu, Grayscale juga menambah kepercayaan Bitcoin. Hal ini ditunjukkan dengan aset yang mereka Kelola berada pada rekor tertinggi. Jumlah yang diraih lebih dari $ 33 miliar.

Anda dapat menemukan pendapat ini tertulis pada tanggal 8 February 2021 di Twitter. Pada cuitan tersebut disebutkan tentang perbaruan aset manajemen sebagai gambaran akan kenaikan Bitcoin.

Bitcoin masih memiliki kepercayaan terbesar dari semua investasi Grayscale. Manajer aset Crypto CoinShares memastikan bahwa jumlah pdagangan produk investasi Bitcoin tetap tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah rata-rata $ 670 juta per hari minggu lalu atau 5,4% dari total jumlah perdagangan Bitcoin.

CryptoPotato melaporkan pada tanggal 5 Februari tentang berita ini. Bahwa jumlah Bitcoin berada pada angka tertinggi bahkan pada puncaknya. Jumlah ini telah meningkat lebih dari 200 sejak awal 2021. 

Harga Bitcoin Tertinggi

Dalam waktu tidak singkat, harga Bitcoin telah meledak dan meroket tajam. Hal penting terjadi pada bulan lalu yaitu Januari. Pada saat diumumkan pada media masa, Bitcoin diperdagangkan dengan jumlah $ 47.600, jumlah yang sangat fantastis dan mengejutkan.

Jumlah ini  tentu saja menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pertumbuhan Bitcoin. Pencapaian yang telah dilampaui ini sangat mengejutkan. Bahkan, jumlah yang diperoleh dalam waktu yang sangat singkat dari beberapa jam lalu yaitu pada selasa pagi.

Awalnya Bitcoin hanya bernilai sen pada awal adanya Bitcoin. Banyak orang tidak mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin karena nilainya yang kecil. Namun seiring berjalannya waktu hal ini berubah dan menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Namun, Elon Musk menjadi penyebab utama terjadinya hal ini. Tesla membeli Bitcoin dalam jumlah yang besar. Sehingga, Musk melalui Tesla dapat mendorong harga Bitcoin naik pesat yaitu sampai 20%.

Ini terjadi dalam waktu singkat bahkan hanya dalam 24 jam terakhir. Selain itu lebih dari $ 7.500 telah ditambahkan dalam waktu satu hari saja. Pengaruh Tesla sangat besar dalam meraih kepercayaan investor pada perdagangan Bitcoin.

Sebagai informasi, Tesla telah membeli sejumlah $ 1,5 miliar di Bitcoin bulan februari ini. Setelah itu, harga satu koin menjadi naik hingga mencapai harga $ 47.600 per koin. Ini merupakan lonjakan drastis jika dibandingkan dari tahun 2010.

Lonjakan ini membuat Bitcoin semakin populer di kalangan investor. Mereka mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi pada Bitcoin dan terus memantau perkembangannya.

Tesla Menginspirasi Demam Investasi Bitcoin dan Emas

Bitcoin dan emas merupakan dua jenis investasi yang menggiurkan saat ini. Nilai investasi kedua benda tersebut semakin naik seiring ikut andilnya Tesla dalam investasi ini. Pihak Tesla memborong bitcoin dan juga emas sekaligus untuk nilai investasi jangka panjangnya sehingga membuat investasi ini menjadi lebih populer dan happening saat ini.

Nilai Yang Semakin Naik

Industri kripto merupakan investasi terbaik saat ini dengan pergerakan nilai terbaru. Tetapi, bitcoin jauh lebih menguasai pasar saat ini. Bisa dibilang sangat dominan di pasaran. Pergerakan mata uang ternyata sudah membawa banyak orang berada ke titik ini yaitu melakukan barter barang, emas, ataupun yang lainnya.

Semenjak kemunculannya yang pertama kali 12 tahun yang lalu, kepercayaan orang terhadap investasi kripto terutama bitcoin ini semakin menguat dan meningkat. Bitcoin dipercaya sebagai mata uang yang menyimpan nilai alternatif yang semakin tumbuh setiap waktunya.

Ketika semakin banyak orang melihat nilai aset dari bitcoin ini, maka nilai penjualan juga semakin meningkat. Terlebih lagi nilai aset likuid yang menyerupai uang fiat. Uang ini mengalami penurunan signifikan sehingga membuat bitcoin menjadi alternatif tepat untuk mendapatkan keuntungan dalam bertransaksi dan berbisnis. Kepercayaan pada bitcoin semakin tumbuh kuat dan mampu mencapai level tertinggi penjualan sepanjang sejarah kali ini.

Harga penjualan bitcoin sepanjang masa tersebut begitu luar biasa dengan dominasi berita yang menyatakan bahwa Tesla juga mengadopsi mata uang ini sebagai salah satu aset jangka panjang. Ini menjadi pilihan dan strategi bisnis Tesla untuk masa depan. Tentu saja, kenaikannya menjadi signifikan yaitu $47.726 di waktu peluncurannya.

Perusahaan besar seperti Tesla cenderung memilih untuk berinvestasi di bitcoin dengan menganggarkan uang sebesar US $1.5 milliar untuk bitcoin dalam proses produksi fasilitas terbaru. Pembelian bitcoin oleh Tesla ini sebenarnya hanya suatu rangkaian landmark yang menunjukkan bahwa tren kepercayaan bitcoin sedang dibangun secara masif. Ketika semakin banyak orang dan pihak mengakui bitcoin dan emas ini, maka ini akan menjadi nilai alternatif transaksi yang menjanjikan di masa depan.

Alternatif dalam Berinvestasi

Beberapa pihak memilih berinvestasi yang menjanjikan. Dengan adanya bitcoin sebagai alternatif investasi mata uang tradisional, membuat penjualannya meningkat pesat. Uang kertas dan tradisional saat ini cenderung lebih rentan terhadap devaluasi dan inflasi. Tentu saja ini tak aman untuk investasi jangka panjang.

Bitcoin memberikan solusi alternatif bagi mereka yang ingin melakukan investasi aman di industri kripto terlebih ingin melampaui uang fiat. Bitcoin tak hanya investasi biasa. Tetapi, mata uang ini bisa kembali ke individu dengan bagus yaitu mampu mengontrol keperluan dalam bertransaksi setiap hari.

Tesla Semakin Mempopulerkan Bitcoin dan Emas di Masa Depan

Amat penting sekali untuk bisa menghentikan dan juga menyeimbangkan antara suatu perbedaan penjualan bitcoin dan emas di masa depan. Sepertinya tak semua perusahaan besar mau untuk menginvestasikan uangnya untuk kedua alternatif investasi tersebut. Bisa dibilang Tesla adalah salah satu perusahaan yang berani mengambil risiko untuk berinvestasi di bitcoin.

Investor di Tesla mulai mengambil bagian di posisi penjualan bitcoin untuk memperoleh keuntungan signifikan. Cara ini membuat bitcoin terdorong ke posisi penjualan yang lebih tinggi sehingga lebih bernilai. Keyakinan pihak Tesla terhadap bitcoin benar-benar nyata dan berdampak signifikan terhadap nilai dari mata uang virtual ini. Inilah yang ditunggu-tunggu oleh investor untuk bermain dalam investasi alternatif ini.

Sempat Diremehkan, Prediksi Bitcoin dari PlanB Menjadi Kenyataan

Studi terhadap mata uang Bitcoin tak dipungkiri membuat publik semakin tertarik dengan cryptocurrency tersebut. Orang-orang yang sudah lama mempelajari Bitcoin pun kerap mengikuti perkembangan dari sumber-sumber terpercaya, salah satunya PlanB.

PlanB, investor legal kenamaan asal Belanda, pada 2019 silam merilis paper bertajuk Modeling Bitcoin Value with Scarcity. Tulisannya tersebut jelas membuat banyak orang penasaran, terutama saat dia memprediksi nilai pasaran Bitcoin akan mencapai angka USD1 triliun dan menjadikannya sebagai mata uang kripto pertama yang mencetak rekor tersebut.

PlanB dan model Stock to Flow

Dalam sebuah tinjauan ulang, PlanB mengatakan beberapa logam mulia seperti emas telah memainkan peran penting moneter berkat harganya yang mahal dengan pasokan terbatas. Dia pun mengaplikasikan argumen serupa terhadap mata uang Bitcoin. Mata uang kripto ini diperkirakan akan semakin bernilai seiring dengan menurunnya suplai hingga separuh dalam empat tahun oleh algoritma yang diprogram ulang hingga 21 juta unit.

Faktor tersebut yang lantas mendorong PlanB menciptakan model bernama Stock to Flow (S2F). Dalam model tersebut, PlanB memperlihatkan rasio atau perbandingan antara suplai terbaru dengan suplai aktif Bitcoin. Dia pun lantas menempatkan S2F untuk melawan kapitalisasi pasar dolar AS, bersama data-data SF untuk perak dan emas.

Dalam paper-nya, PlanB juga menyimpulkan bahwa mata uang Bitcoin akan terus naik mengikuti turunnya suplai terhadap dolar AS. Sementara itu, perak dan emas akan bekerja sebagai benchmark yang membuktikan melejitnya harga Bitcoin. PlanB pun mengatakan bahwa nilainya akan sampai hingga USD100-288 ribu.

Prediksi dari PlanB pun memunculkan sejumlah kritik. Mereka yang skeptis mempertanyakan kekurangan model S2F terhadap plafon harga Bitcoin mengingat perekonomian global sendiri bernilai USD100 triliun. Selain itu, ekspektasi terhadap investor yang meninggalkan aset berharga demi beralih ke Bitcoin masih belum tinggi.

Kemudian, ada juga yang mengatakan Bitcoin sebenarnya tak selangka yang dianggap banyak orang, sebab mata uang kripto tersebut hanya sekadar proyek penggemar. Kodenya pun masih bisa direplika dan menjadi fondasi sejumlah mata uang kripto baru.

Validasi model S2F milik PlanB dari Tesla

Meski model S2F milik PlanB mengundang cibiran, masih ada beberapa pihak yang mampu mematahkannya. Salah satunya Tesla yang baru-baru ini berinvestasi pada Bitcoin dan secara tak langsung menjawab argumen terkait permintaan.

Perusahaan yang dikelola Elon Musk tersebut membeli Bitcoin senilai USD1.5 miliar setelah mengalokasikan 10% dari total kas mereka pada Januari 2021. Hal tersebut memperlihatkan permintaan dari sebuah perusahaan besar dapat menyelamatkan mata uang kripto tersebut dari potensi devaluasi. Langkah yang diambil Tesla pun selaras dengan apa yang dibahas dalam S2F, khususnya seputar nilai pasar mata uang Bitcoin yang mencapai USD1 triliun.

Sejauh ini, setelah Tesla mengumumkan investasi terhadap Bitcoin, kapitalisasi pasar mata uang kripto tersebut sudah berada di kisaran USD875 miliar. Hal tersebut jelas menjadikan prediksi yang dibuat PlanB melalui model S2F sebagai salah satu yang akurat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, khususnya dalam sektor finansial. Langkah yang diambil Tesla memberikan dampak lain yang lebih besar. Diperkirakan rate Bitcoin akan sampai ke angka USD100 ribu per unit kalau sejumlah perusahaan besar mengikuti jejak Tesla dalam mengadopsi mata uang kripto. Maka tak menutup kemungkinan masa depan mata uang Bitcoin akan semakin cerah, terutama dalam sektor transaksi digital.

Elon Musk dan Kontribusinya dalam Kenaikan Harga Mata Uang Bitcoin

Selama beberapa tahun terakhir, harga mata uang kripto Bitcoin melonjak drastis. Angka yang naik cukup signifikan jelas mengundang perhatian dari berbagai pihak, dari miners hingga perusahaan besar yang mulai meliriknya sebagai aset. Percepatan digitalisasi sejak wabah Covid-19 pun menjadi salah satu faktor yang membuat Bitcoin terus diburu untuk menstabilkan kondisi finansial mereka.

Meroket tajam berkat campur tangan Elon Musk

Nama-nama besar yang mulai menjadikan Bitcoin sebagai produk investasi terbilang familiar di telinga publik. Salah satunya adalah Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, yang baru-baru ini telah membuat harga Bitcoin melejit tajam. Hal tersebut didasarkan data yang dihimpun TradingView pada 9 Februari 2021 waktu setempat yang mengungkap harga mata uang kripto Bitcoin sudah menyentuh USD48.200 atau setara dengan Rp700 juta.

Campur tangan Elon Musk tak dipungkiri memberikan dampak besar terhadap Bitcoin. Sebagai salah satu investor, Tesla mengabarkan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat bahwa mereka telah menggelontorkan dana sebesar USD1.5 miliar untuk Bitcoin, seperti yang dilaporkan dalam laporan tahunan 2020.

Sebelumnya, Musk menginvestasikan kurang lebih 7,7% dari total kas Tesla (sekitar USD19.384 miliar pada akhir kuartal keempat 2020). Kehadirannya tak hanya membuat harga Bitcoin bertambah drastis, tetapi juga menekan risiko kerugian dari segi finansial (de-risking).

Menjadi pembicaraan sejumlah pengamat mata uang kripto

Perubahan harga mata uang kripto Bitcoin hingga de-risking yang menjadi kontribusi Elon Musk melalui Tesla jelas mengundang atensi dari sejumlah pengamat. Sebut saja CEO MicroStretegy Michael Syalor yang membahasnya dalam sebuah cuitan di Twitter, yang kemudian dilanjut dengan wawancara bersama Power Lunch.

Kemudian, ada Scott Melker, analis mata uang kripto, yang berpikir bahwa fenomena FOMO atau Fear of Missing Out (takut ketinggalan hal-hal terkini) tak terlepas dari pada tanggapan para investor di Asia saat mendengar kabar investasi Tesla. Sementara Lark Davis, analis mata uang kripto sekaligus influencer, menegaskan bahwa kenaikan harga yang dialami Bitcoin pada awal Februari merupakan yang tertinggi, terutama untuk nilai tukarnya terhadap dolar AS.

Pemberitaan mata uang kripto Bitcoin sampai juga ke telinga analis on-chain Willy Woo. Woo melakukan observasi yang menarik setelah MicroStrategy berinvestasi pada Bitcoin pada Agustus 2020. Menururnya, sejak MicroStrategy menggunakan Bitcoin sebagai salah satu aset utama mereka, mata uang tersebut menunjukkan korelasi terbalik yang cukup tinggi terhadap emas.

Tetap dipengaruhi jumlah suplai dan permintaan

CEO Abra, Bill Barhydt, mengungkapkan meskipun sebagian besar orang menduga 6% suplai maksimal Bitcoin dipengaruhi gabungan keuangan, jumlah yang sebenarnya justru lebih besar. Hal ini disebabkan ada sejumlah perusahaan swasta dan instansi sejenis yang belum melaporkan investasi mereka terhadap Bitcoin. Diperkirakan, harga mata uang kripto Bitcoin akan naik dua kali lipat dan terus bertumbuh.

Meski harga Bitcoin melaju semakin cepat, faktor yang mempengaruhinya masih tak terlepas dari jumlah suplai dan permintaan (supply and demand). Tyler Winklevoss selaku CEO dan co-founder mata uang kripto Gemini sendiri mengatakan, berdasarkan penilaiannya, harga Bitcoin mungkin bisa meroket ‘sampai ke Mars’.

Kenaikan harga Bitcoin dan kehadiran Elon Musk memang membuat kritik terhadap mata uang tersebut, termasuk dari Peter Schiff dan Nouriel Roubini, semakin sukar didengar. Namun, selain mempengaruhi harga mata uang kripto Bitcoin, investasi masif akan membuat prospeknya semakin sehat dan menjanjikan.

Bitcoin Lebih Besar dari Tesla pada Kapitalisasi Pasar

Saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla dalam kapitalisasi pasar. Hal ini terjadi sejak perusahaan kendaraan elektrik Tesla membeli sejumlah besar Bitcoin. Setelah itu, nilai kapitalisasi pasar dari Bitcoin meningkat, bahkan hingga lebih tinggi dari Tesla. Hal ini juga mengubah peringkat Bitcoin dalam pasar.

Nilai Bitcoin dalam Pasar

Bitcoin adalah salah satu jenis mata uang kripto. Mata uang kripto merupakan asset digital yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi. Keuntungan dari menggunakan mata uang kripto ialah transparansi yang bisa didapatkan oleh orang-orang yang menggunakannya. Dengan begitu, tidak perlu campur tangan pihak ketiga untuk bisa melakukan transaksi.

Bitcoin merupakan mata uang kripto yang sangat terkenal. Mata uang kripto ini digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Ini menjadi salah satu alasan mengapa nilai mata uang Bitcoin menjadi cukup tinggi di pasaran. Inilah mengapa para investor juga tertarik untuk memiliki Bitcoin. Hal ini disebabkan karena Bitcoin dianggap sebagai asset yang dapat membawa keuntungan.

Penurunan Nilai Bitcoin

Walau begitu, nilai Bitcoin juga mengalami penurunan dan kenaikan. Dalam beberapa pekan terakhir, nilai Bitcoin sempat mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan, nilai Bitcoin mencapai nilai terendahnya karena beberapa hal.

Penurunan nilai Bitcoin ini menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan. Namun, banyak orang yang memprediksi bahwa nilai Bitcoin akan meningkat di masa depan. Walau begitu, masih sulit untuk menentukan apakah nilai Bitcoin akan naik atau turun di waktu yang akan datang.

Tesla Membeli Bitcoin

Tesla merupakan salah satu perusahaan kendaraan elektrik yang paling besar di dunia. CEO dari Tesla, Elon Musk, melakukan sesuatu yang cukup mengubah nasib dari nilai Bitcoin di pasar. Bahkan, saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla dalam hal kapitalisasi pasar.

Elon Musk belakangan membeli Bitcoin sebesar $1.5 milyar. Hal ini berhasil mengubah nasib Bitcoin di tengah pasar. Karena Tesla membeli Bitcoin dalam jumlah sebesar itu, harga Bitcoin meningkat cukup drastis. Peningkatan harga ini pun dirasakan hanya dalam waktu 24 jam setelah Elon Musk membeli mata uang kripto tersebut.

Bitcoin Naik Menjadi Ranking 7

Berkat Tesla, Bitcoin berhasil naik peringkat menjadi peringkat ke-7 dalam urutan asset terbesar di dalam dunia. Elon Musk cukup mengagetkan dunia dengan pembelian ini pada bulan Januari lalu. Berdasarkan beberapa prediksi, nilai Bitcoin yang dibeli oleh Tesla ini sama dengan 15% dari cash holding yang dimiliki oleh firma ini.

Akibat perbuatan Elon Musk ini, nilai Bitcoin melambung sangat tinggi. Bahkan, harga Bitcoin di pasar mencapai $48,000. Ini merupakan nilai tertinggi yang berhasil dicapai oleh mata uang kripto ini. Secara natural, kapitalisasi pasar dari Bitcoin juga ikut meningkat hingga memecahkan rekornya sendiri.

Walaupun nilainya sempat turun lagi setelah beberapa saat, Bitcoin tetap menjadi asset yang cukup berharga. Saat ini, ada 18,6 juta token Bitcoin yang bersirkulasi. Selain itu, Bitcoin juga memiliki tag harga sebesar $47,000. Maka dari itu, total dari asset ini bisa mencapai $875 milyar.

Berdasarkan informasi dari AssetDash, peningkatan nilai dari Bitcoin tersebut membantu asset ini dalam mencapai ranking 7 dari asset terbesar di dunia. Menariknya, hal ini berarti Bitcoin membalap Tesla dalam hal kapitalisasi pasar, dimana Tesla memiliki nilai total $811 milyar. Inilah mengapa saat ini Bitcoin lebih besar daripada Tesla.

Para Analis Mengatakan Bahwa Kemungkinan Bitcoin Naik Kembali Setelah Fase Akumulasi

Para analis mata uang kripto mengatakan bahwa ada kemungkinan nilai Bitcoin naik kembali setelah terjadi fase akumulasi dalam beberapa pekan terakhir. Harga Bitcoin mulai turun kembali setelah mengalami kenaikan yang cukup pesat. Hingga saat ini, nilai Bitcoin tersebut sulit untuk diprediksi kenaikan maupun penurunannya.

Bitcoin: Mata Uang Kripto Populer

Apabila anda mengikuti dunia mata uang kripto, maka anda pasti pernah mendengar tentang Bitcoin. Bitcoin merupakan salah satu jenis mata uang kripto yang paling terkenal di seluruh dunia. Karena mata uang kripto ini begitu terkenal, Bitcoin digunakan secara luas oleh banyak sekali orang dari sleuruh penjuru dunia.

Bitcoin merupakan dana digital yang dapat digunakan sebagai alat pertukaran. Oleh karena itu, banyak orang di luar sana yang menggunakan Bitcoin sebagai media untuk bertransaksi. Salah satu keuntungan dari melakukan transaksi menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin ialah transparansi yang bisa didapatkan oleh kedua belah pihak. Inilah mengapa banyak sekali orang di luar sana yang menggunakan Bitcoin.

Karena banyak orang menggunakan Bitcoin, maka nilai dari mata uang kripto ini di pasaran juga cukup tinggi. Banyak investor-investor di luar sana yang berminat dalam mengambil bagian dari Bitcoin. Maka dari itu, Bitcoin juga termasuk salah satu hal dengan nilai yang cukup tinggi di pasaran.

Harga Bitcoin Beberapa Pekan Terakhir

Bitcoin sudah pernah mengalami kenaikan dan penurunan harga. Namun, harga Bitcoin beberapa pekan terakhir cukup memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena terjadi penurunan harga hingga nilai Bitcoin menjadi cukup rendah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin mencapai nilai terendah yang pernah dialaminya. Bahkan, nilainya bisa turun hingga $33,000. Padahal nilai Bitcoin naik kembali sebesar 18% setelah Elon Musk meletakkan Bitcoin pada bio sosial media Twitter yang ia miliki beberapa saat laliu. Elon Musk merupakan CEO dari Tesla yang merupakan perusahaan kendaraan listrik yang paling besar di dunia.

Kenaikan yang dialami oleh Bitcoin tersebut mencapai $38,000 dalam waktu 24 jam. Namun, kenaikan ini hanya berlangsung sesaat saja. Nilai Bitcoin kembali turun hingga mencapai $33,000. Dalam beberapa jam terakhir, nilai Bitcoin ini hampir mencapai $34,000.

Akankah Nilai Bitcoin Meningkat Kembali?

Melihat penurunan dari nilai Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir, muncul satu pertanyaan di benak semua orang. Akankah nilai Bitcoin tersebut meningkat kembali? Pertanyaan ini menjadi suatu pertanyaan yang cukup penting. Hal ini disebabkan karena nasib para investor akan ditentukan oleh perubahan nilai dari Bitcoin dalam pasaran.

Berdasarkan perubahan-perubahan nilai yang dialami Bitcoin sejauh ini, tidak bisa dipastikan kemana arah perubahan yang selanjutnya. Banyak orang mengalami kesulitan dalam menentukan apakah nilai Bitcoin akan naik maupun turun di masa depan. Bahkan, beberapa analis juga mengalami kesulitan dalam menentukan nasib dan masa depan dari nilai Bitcoin tersebut.

Namun, beberapa analis mengatakan bahwa ada kemungkinan yang cukup baik untuk masa depan Bitcoin. Mereka mengatakan bahwa ada kemungkinan Bitcoin mampu naik kembali pada akhir minggu. Saat ini, Bitcoin masih dalam fase akumulasi. Setelah akumulasi, ada kemungkinan nilainya akan naik kembali.

Kesimpulan

Bitcoin merupakan salah satu mata uang kripto yang paling terkenal di dunia. Mata uang kripto ini digunakan oleh banyak orang dari seluruh dunia. Namun, belakangan ini nilainya mengalami penurunan yang cukup memprihatinkan. Tidak bisa dipastikan perubahan selanjutnya dari nilai Bitcoin. Namun, beberapa analis mengatakan ada kemungkinan Bitcoin naik kembali.